Pencarian

Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin Masuki Babak Perencanaan, 14 Pemangku Kepentingan Sepakati Trase dan Pengadaan Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 • 22:45:01 WIB
Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin Masuki Babak Perencanaan, 14 Pemangku Kepentingan Sepakati Trase dan Pengadaan Lahan
pemangku kepentingan sepakati trase dan pengadaan lahan untuk Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin dalam rapat Monev di Padang.

PADANG — Proyek strategis nasional yang akan memangkas waktu tempuh dari Padang menuju kawasan wisata dan pusat ekonomi di dataran tinggi Sumatera Barat ini tak lagi sekadar wacana. Rapat Monev yang dihadiri oleh 14 pejabat tinggi pusat dan daerah itu memutuskan sejumlah tindak lanjut konkret untuk mempercepat fase perencanaan rinci.

Apa Saja yang Disepakati dalam Rapat Monev?

Pertemuan yang digelar selama satu hari itu menghasilkan empat poin utama. Pertama, penyempurnaan trase jalan tol dengan mengakomodasi aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Kedua, pendetailan dokumen perencanaan pengadaan lahan secara transparan agar tidak menghambat proses pembebasan tanah.

Selain itu, pemerintah juga akan mengidentifikasi kawasan kehutanan dan aset negara yang masuk ke dalam jalur proyek. Langkah terakhir adalah sinkronisasi tata ruang seluruh wilayah kabupaten dan kota yang dilintasi, yaitu Bukittinggi, Padang Panjang, Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman.

Siapa Saja yang Hadir dan Menyepakati?

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade turun langsung memantau kesiapan proyek. Dari unsur pemerintah pusat, hadir Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan. Sementara dari pihak pengembang, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro didampingi Wakil Direktur Utama Sugeng Rochadi dan Direktur Operasi III Iwan Hermawan.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah. Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias, Bupati Agam Benni Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis kompak menyatakan kesiapan wilayahnya. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Dedie Tri Hariyadi berjanji mengawal aspek hukum pengadaan tanah agar akuntabel dan bebas hambatan administrasi.

Bagaimana Dampaknya bagi Ekonomi Sumbar?

Ruas tol sepanjang puluhan kilometer ini nantinya akan terintegrasi dengan Jalan Tol Padang – Sicincin yang sudah beroperasi. Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyatakan proyek ini akan menjadi urat nadi baru bagi Sumatera Barat.

"Kehadiran ruas ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik, mendukung pengembangan kawasan, serta memperkuat konektivitas di Sumatra Barat sebagai bagian dari pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera," ujar Iwan dalam keterangan resmi, Selasa.

Iwan menambahkan, tol ini akan membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi, kawasan industri, dan destinasi wisata unggulan di Sumbar. "Kehadirannya diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, meningkatkan efisiensi biaya logistik, serta memperlancar mobilitas masyarakat dan barang," tutupnya.

Kapan Pembangunan Fisik Dimulai?

Hutama Karya memastikan akan menjaga kehati-hatian konstruksi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan rampungnya tahap Monev ini, proses perencanaan rinci diyakini bakal lebih efektif. Pemerintah optimistis pembangunan fisik ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin dapat segera direalisasikan setelah seluruh dokumen perencanaan rampung.

Bagikan
Sumber: gonews.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks