Kolaborasi antara PLN Energy Services (PLN ES) dan PLN UP3 Padang melalui ULP Painan tidak hanya menyambungkan daya listrik baru. Paket kerja sama mencakup penyediaan mesin pemecah kulit padi (huller), mesin pemutih beras (polisher), serta dinamo listrik yang dirancang untuk menunjang proses produksi.
Biaya Operasional Turun, Ketergantungan Solar Berakhir
Sebelumnya, operasional penggilingan padi di daerah ini sangat bergantung pada bahan bakar solar. Biaya bahan bakar kerap membebani pelaku usaha, apalagi saat harga solar fluktuatif. Dengan beralih ke listrik, biaya produksi diproyeksikan lebih stabil dan efisien.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan bahwa program ini membuktikan listrik bukan sekadar penerangan. “Listrik dapat memberikan manfaat lebih besar dalam meningkatkan produktivitas usaha, menekan biaya operasional, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pertanian modern,” ujar Ririn dalam keterangan yang diterima, Selasa.
Penandatanganan Kerja Sama Tiga Pihak
Kesepakatan ini ditandatangani oleh tiga pihak: pemilik huller Jhoni Hendra, Manager ULP Painan Andi Gunawan, serta Asisten Manager Pemasaran dan Bisnis Inovatif PLN Energy Services Andry Ardian Nur. Acara dihadiri sekitar 18 peserta di Painan.
Pendekatan ini sekaligus menandai transformasi PLN dari sekadar penyedia listrik menjadi penyedia solusi energi. PLN tidak hanya menjamin pasokan andal, tetapi juga mendukung penyediaan teknologi dan peralatan dari hulu ke hilir.
Target: Perluas ke Seluruh Sumbar
Keberhasilan proyek percontohan di Pesisir Selatan ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan Electrifying Agriculture di berbagai wilayah Sumatera Barat. PLN berencana memperluas program ke daerah-daerah sentra pertanian lain.
Selain menekan biaya, peralihan ke listrik juga mengurangi emisi dari pembakaran solar. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transisi energi bersih di sektor riil, khususnya pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sumbar.