JAKARTA — Tiga usulan strategis yang disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat respons positif. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, itu membahas proyek-proyek yang dinilai mampu memperkuat daya saing daerah dan membuka lapangan kerja baru.
Pelabuhan Teluk Tapang: Pusat Logistik dan Industri Hijau
Usulan utama yang dibawa Mahyeldi adalah pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat menjadi Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas (Smart Green Industrial Port City) dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan modern.
“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” kata Mahyeldi dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).
Menurut Mahyeldi, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengembangan kilang minyak (oil refinery) dan industri biodiesel berbasis minyak sawit mentah (CPO). Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumbar, sehingga keberadaan pelabuhan baru akan memangkas biaya distribusi hasil perkebunan yang selama ini masih bergantung pada Pelabuhan Teluk Bayur.
Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul logistik kawasan pantai barat Sumatera, termasuk bagi wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pemerintah pusat telah memasukkan pembangunan fasilitas pelabuhan ini sebagai salah satu proyek strategis yang terus dipersiapkan secara bertahap.
Reaktivasi Kereta Api dan Percepatan Energi Terbarukan
Selain pengembangan Teluk Tapang, Mahyeldi juga mengusulkan percepatan reaktivasi jaringan kereta api di Sumatera Barat. Menurutnya, penguatan konektivitas melalui transportasi perkeretaapian akan meningkatkan efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang dan komoditas, serta mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata.
Usulan strategis lainnya adalah percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Mahyeldi menilai Sumbar memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, mulai dari tenaga air, panas bumi, hingga energi surya. Potensi ini dinilai bisa menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan industri hijau sekaligus mendukung target transisi energi nasional.
Respons Positif Menko Airlangga
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar dalam menyiapkan program pembangunan berorientasi jangka panjang. Airlangga menyatakan pihaknya akan mengkaji seluruh usulan tersebut dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, tahapan perencanaan, dan kewenangan yang dimiliki Kemenko Perekonomian.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, penguatan konektivitas, serta pemanfaatan energi bersih. Turut mendampingi Gubernur Mahyeldi sejumlah kepala OPD, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adib Alfikri, Kepala Bappeda Zefnihan, dan Kepala Dinas DPMPTSP Luhur Budianda.