PADANG — Sebanyak 80 siswa MAN 3 Padang mengikuti Diksista tahun ini. Mereka terdiri dari 30 siswa kelas X sebagai peserta program dasar, 22 siswa kelas XI program lanjutan, dan 27 siswa kelas XII. Selama tiga hari, peserta akan menjalani pembelajaran teori dan praktik lapangan dengan pembinaan langsung dari Kodaeral II Padang.
Mengapa Diksista Digelar di Bumi Perkemahan?
Lokasi di Sungrilla, Sungai Lareh, dipilih untuk membentuk mental dan kedisiplinan peserta. Kepala MAN 3 Padang Marliza mengatakan, Diksista menjadi tahap awal sistem pembinaan siswa takhassus yang bertujuan membentuk karakter, ideologi, dan kepribadian Islami.
"Selepas kegiatan ini akan lahir siswa yang tangguh, bermental pejuang, berpikir kritis, aktif, kreatif, serta selektif dalam pergaulan sehingga terhindar dari perilaku negatif," kata Marliza.
Fadly Amran: Tiga dari Empat Pendiri Bangsa dari Ranah Minang
Dalam sambutannya, Fadly Amran mengingatkan sejarah panjang Sumatera Barat dalam melahirkan tokoh bangsa. Menurutnya, tiga dari empat pendiri bangsa Indonesia berasal dari Ranah Minang. Hal itu menjadi motivasi bagi generasi muda untuk kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional.
"Mari kita lihat sejarah, tiga pendiri bangsa merupakan Urang Awak. Saya yakin pasti ada treatment berbeda yang dilakukan oleh ninik mamak di masa lalu dalam mendidik anak kemenakannya hingga mampu menuntut ilmu sampai ke luar negeri," ujar Fadly.
Pesan ke 80 Peserta: Angkat Tangan Jika Diberi Peluang Memimpin
Fadly mendorong peserta untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik. Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki hard skill, soft skill, keberanian, dan rasa percaya diri untuk menghadapi persaingan global.
"Angkat tangan ketika diberi peluang menjadi pemimpin. Kalau takut dengan diri sendiri, tidak akan bisa memimpin. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berani, brilliant, percaya diri, dan mampu memberi sumbangsih bagi masyarakat," tegasnya.
Smart Surau: Program Andalan Pemkot yang Didukung Kemenag
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril menyebut Diksista sejalan dengan misi Kemenag dalam memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Ia juga mengajak masyarakat mendukung program unggulan Pemkot Padang, Smart Surau.
"Kementerian Agama bangga dengan program yang dilakukan Pemerintah Kota Padang. Program Smart Surau merupakan program yang sangat baik bagi anak-anak dan dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal mereka," ujar Yasril.
Pembukaan Diksista Dihadiri Unsur TNI dan Pemkot
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Koorsmin Kodaeral II Kolonel Laut (KH) Zulkarni, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Ikhwansyah, Plt Kabag Kesra Setdako Padang Zul Asfi Lubis, Sekcam Koto Tangah Bambang Suprianto, serta jajaran MAN 3 Padang.