SOLOK — Dua lembaga ini tidak hanya bertukar gagasan, tetapi langsung merumuskan peta jalan konkret. Wali Kota Solok Dr. Ramadhani Kirana Putra menyebut bahwa kolaborasi dengan BGTK Sumbar menjadi kunci untuk menghadirkan program pelatihan yang benar-benar menyentuh kebutuhan guru di lapangan. “Guru dan tenaga kependidikan adalah garda terdepan dalam transformasi pendidikan,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Program Pelatihan Adaptif dan Berbasis Teknologi
Dalam audiensi itu, BGTK Sumbar memaparkan strategi optimalisasi Merdeka Belajar di tingkat kota. Salah satu poin penting adalah pendampingan satuan pendidikan secara berkelanjutan, yang dirancang agar setiap sekolah di Solok mendapatkan pemetaan kompetensi secara periodik. Hal ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan mutu antarsekolah.
Pemkot Solok menyambut baik inisiatif ini. Wali Kota menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama pendidik, merupakan pilar utama untuk melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan berkarakter. “Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini demi program yang aplikatif,” tambahnya.
Langkah Tindak Lanjut yang Sudah Disepakati
Kedua belah pihak sepakat untuk menyusun agenda konkret dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah percepatan Program Guru Penggerak di Kota Solok serta penguatan kompetensi kepala sekolah. Program ini akan dijalankan secara inklusif dan berkelanjutan, melibatkan semua satuan pendidikan di bawah naungan Pemkot Solok.
BGTK Sumbar juga akan melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan berbasis data, sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran. Dengan sinergi ini, diharapkan tidak ada lagi guru yang tertinggal dalam penguasaan teknologi dan metode pengajaran modern.
Mengapa Sinergi Ini Penting bagi Kota Solok?
Kota Solok memiliki tantangan tersendiri dalam pemerataan mutu pendidikan. Meski sejumlah sekolah sudah maju, masih ada lembaga pendidikan yang membutuhkan pendampingan intensif. Melalui kerja sama dengan BGTK Sumbar, Pemkot Solok ingin memastikan setiap guru mendapatkan akses pelatihan yang setara, tanpa terkecuali.
Wali Kota Solok optimistis langkah ini akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di ruang kelas. “Program yang adaptif dan berbasis teknologi akan membuat guru lebih percaya diri menghadapi dinamika pendidikan,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Posmetropadang.co.id dengan judul asli "Wali Kota Solok Terima Audiensi BGTK Provinsi Sumatera Barat".