SUMATERA BARAT — Instruksi tertuang dalam dokumen No. 34/BC?-BNNMT yang ditujukan kepada Komite Rakyat provinsi Thai Nguyen, Tuyen Quang, Phu Tho, Lao Cai, Lai Chau, Dien Bien, dan Son La. Langkah ini diambil setelah hujan lebat dalam beberapa hari terakhir merusak permukiman dan infrastruktur di kawasan pegunungan, terutama di Lai Chau.
Prakiraan Cuaca: Hujan Lebat hingga 250 mm dalam Tiga Jam
Menurut Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional, hujan sedang hingga lebat diperkirakan berlangsung dari sore 27 Juli hingga malam 28 Juli. Curah hujan umumnya 50–120 mm, namun beberapa titik bisa melebihi 250 mm dalam rentang tiga jam. Badai petir, tornado, dan hujan es juga mengancam.
Risiko banjir besar mengintai dataran rendah, kawasan perkotaan, dan zona industri. Banjir bandang diprediksi terjadi di sungai-sungai kecil dan aliran air, sementara tanah longsor rawan di lereng-lereng curam.
Evakuasi Warga dan Relokasi ke Tempat Aman
Komite meminta setiap provinsi memantau buletin peringatan cuaca dan segera menginformasikan ke masyarakat. Pemerintah daerah harus memobilisasi pasukan tanggap cepat untuk memeriksa situasi dan mengatur evakuasi warga di sepanjang sungai, daerah dataran rendah, serta titik rawan longsor. Relokasi dilakukan ke lokasi yang sudah ditentukan, terutama di area yang sebelumnya sudah terendam.
Saluran air juga harus dibersihkan untuk mengurangi risiko genangan. Setiap provinsi menyiapkan pasukan lokal agar bisa turun tangan begitu dampak terjadi.
Pengamanan Lalu Lintas dan Infrastruktur
Pemerintah daerah diarahkan menempatkan personel di jembatan, gorong-gorong, dan jalan yang terendam air atau berarus deras. Jika keselamatan tidak terjamin, akses kendaraan dan orang dilarang melintas. Material dan peralatan siaga untuk memperbaiki jalur transportasi utama yang putus akibat longsor.
Waduk dan Tambang Jadi Sorotan
Instruksi khusus diberikan untuk memeriksa keamanan tambang, lokasi konstruksi, waduk, dan daerah hilir. Waduk PLTA kecil serta irigasi, termasuk bendungan penting, harus dioperasikan dan diatur oleh pasukan tetap yang siap menghadapi situasi darurat. Langkah ini untuk mencegah kegagalan infrastruktur yang bisa memperparah banjir.
Edukasi dan Pelaporan Berkala
Komite juga meminta penguatan komunikasi di tingkat akar rumput. Masyarakat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan menghadapi hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, tornado, petir, dan hujan es. Setiap provinsi wajib menyusun daftar tugas serius dan melaporkan secara berkala ke Komite Pengarah Pertahanan Sipil Nasional melalui Departemen Pengelolaan Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana – Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.