PADANG — Program kolaborasi antara Unand dan BTN ini diresmikan langsung oleh Rektor Unand Efa Yonedi di Padang, Senin. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Cabang BTN Padang Sudayanto beserta jajarannya.
"Ini adalah bentuk tanggungjawab dan upaya kami mendorong pemulihan pascabencana, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa ketersediaan air bersih," kata Efa Yonedi.
Tahapan Program: dari Identifikasi hingga Pengaliran ke Rumah Warga
Rektor Unand menjelaskan, program penyediaan air bersih ini melalui beberapa tahapan. Dimulai dari identifikasi dan pencarian potensi sumber air, dilanjutkan dengan penggalian serta perbaikan sumur.
Setelah itu, pihaknya membangun fasilitas penampungan dan tower air, hingga mengalirkan air langsung ke rumah-rumah penduduk. Efa mengakui, pada tahap awal ini program belum bisa melayani seluruh warga di Lambung Bukit.
"Pada tahap sekarang ini mungkin belum bisa melayani semua warga yang membutuhkan, namun secara bertahap akan terus kami lakukan penambahan infrastruktur," ujarnya.
Air Bersih untuk Kebutuhan Dasar: Minum, Masak, hingga Sanitasi
Pihaknya berharap air bersih yang telah dialirkan saat ini dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari air minum, memasak, sanitasi, hingga kebutuhan kesehatan.
Kepala BTN Padang Sudaryanto menambahkan, pihaknya di bawah naungan Danantara siap mendukung upaya pemulihan pascabencana bersama mitra-mitra strategis, salah satunya Unand.
"Kolaborasi bersama seperti yang dilakukan dengan Unand sangat dibutuhkan dalam upaya pemulihan bencana, karena setiap bantuan atau infrastruktur yang dibangun menjadi lebih strategis dan tepat sasaran," ujar Sudaryanto.
Kecamatan Pauh, Salah Satu Wilayah Terdampak Parah Banjir Bandang
Sekretaris Camat Pauh Eka Saputra menyampaikan terima kasih kepada Unand dan BTN yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di kawasan Lambung Bukit. Kecamatan Pauh merupakan salah satu kecamatan di Padang yang mengalami dampak parah ketika bencana banjir bandang terjadi pada akhir tahun lalu.
Bencana tersebut menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak, seperti rumah-rumah warga, jembatan, akses jalan, sekolah, irigasi, hingga tempat ibadah. Program penyediaan air bersih ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan bagi warga yang masih kesulitan mengakses air bersih pascabencana.