PADANG — Sebanyak 28 siswa di Kota Padang menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, M. Iqra Chissa Putra. Bantuan berupa seragam dan tas tersebut diberikan langsung di Kantor DPD Partai Golkar Kota Padang, Jumat (31/7/2026).
Rinciannya, 19 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 9 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini menyasar keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4, yaitu lapisan masyarakat dengan kondisi ekonomi paling bawah.
Bantuan Fokus pada Kebutuhan Pokok Anak Sekolah
Iqra Chissa yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar PASI Sumatera Barat menegaskan bahwa bantuan ini merupakan respons atas kebutuhan paling mendesak orang tua saat anak memasuki tahun ajaran baru. "Harapan saya, semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dalam penyediaan seragam sekolah. Selain itu, saya juga berharap bantuan ini dapat memotivasi para siswa agar lebih rajin belajar dan terus bersemangat dalam meraih cita-citanya," ujarnya.
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Orang Tua Siswa: Bantuan Tepat Sasaran Jelang Tahun Ajaran Baru
Suasana penyerahan bantuan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para orang tua yang hadir menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak mereka menjelang tahun ajaran baru. Mereka menilai bantuan ini sangat membantu karena kebutuhan seragam kerap menjadi beban tambahan di tengah biaya sekolah lainnya.
Kegiatan sosial ini turut dihadiri jajaran pengurus Partai Golkar Kota Padang, antara lain Sekretaris DPD Erizal, Wakil Ketua Bidang Organisasi Nieko Rasaki, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan Deni Pratama, serta Wakil Ketua Bidang MPO dan Komunikasi Digital Eko Muhardi.
Harapan untuk Keberlanjutan Program Sosial
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kota Padang yang dapat menjalani proses belajar dengan lebih percaya diri dan semangat, tanpa terkendala oleh kebutuhan perlengkapan sekolah. Inisiatif serupa dinilai penting untuk terus digalakkan, baik oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, guna memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.