SOLOK — Baznas Kota Solok memprioritaskan sektor pendidikan sebagai program utama penyaluran ZIS tahun ini. Total Rp195 juta digelontorkan untuk 284 pelajar yang tersebar dari tingkat SD hingga SMA.
Ratusan Pelajar Terima Paket Seragam hingga Uang Tunai
Ketua Baznas Kota Solok AKBP (Purn) Zaini mengatakan, penerima manfaat terdiri dari 100 murid SD, 130 pelajar SMP dan MTs, serta 54 siswa SMA. "Bantuan ini kami salurkan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mengikuti proses belajar dengan baik sejak awal tahun ajaran baru," katanya di Solok, Sabtu.
Bentuk bantuan dibedakan berdasarkan jenjang. Untuk siswa SD dan SMP, Baznas memberikan paket perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, dan buku tulis. Sementara itu, siswa SMA menerima bantuan dalam bentuk uang tunai untuk kebutuhan penunjang pendidikan.
Verifikasi Ketat, Pengambilan Lewat Toko Mitra
Agar ukuran seragam tepat sasaran, Baznas menggandeng toko mitra untuk proses pengambilan paket perlengkapan sekolah jenjang SD dan SMP. "Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil verifikasi penerima manfaat," ujar Zaini.
Untuk siswa SMA, bantuan tunai disalurkan langsung melalui Kantor Baznas Kota Solok setelah seluruh dokumen administrasi dinyatakan lengkap. Baznas menyatakan proses pendataan calon penerima masih berlangsung, sehingga jumlah penerima berpotensi bertambah.
Pendidikan Jadi Investasi Pemutus Rantai Kemiskinan
Zaini menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas karena dinilai berperan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan biaya," ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan pendidikan, Baznas Kota Solok mengajak masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan pelaku usaha untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Harapannya, manfaat ZIS bisa menjangkau lebih banyak warga di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial kemanusiaan.