SUMATERA BARAT — Makassar menjadi salah satu kota yang dipilih PB Djarum untuk menjaring bibit-bibit baru setelah sempat absen selama sepuluh tahun. Sigit Budiarto, Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, menilai antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan perkembangan pesat pembinaan bulu tangkis di Indonesia Timur.
"Pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi audisi bukan tanpa alasan, melainkan karena kota ini memiliki sejarah panjang dan prestasi gemilang dalam melahirkan atlet-atlet berkelas dunia," ujar Sigit di Makassar, Rabu.
Ratusan Atlet Muda Bersaing dari Berbagai Daerah
Dari total 233 peserta yang terdaftar, komposisinya didominasi 157 atlet putra dan 76 atlet putri. Meski mayoritas berasal dari kawasan timur, panitia mencatat kehadiran sejumlah peserta dari Pulau Jawa yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti seleksi ketat ini.
Sigit mengapresiasi kualitas pembinaan di Makassar yang dinilai menjanjikan. Ia menegaskan seluruh peserta akan saling belajar dan bersaing secara sehat selama proses seleksi berlangsung.
Standar Seleksi Ketat dan Peluang Super Tiket
Mekanisme seleksi masih mengacu pada format yang telah berjalan sebelumnya. Peserta harus melewati fase screening sesuai kelompok usia sebelum melaju ke tahap turnamen.
"PB Djarum mempertahankan standar seleksi di Audisi Umum 2026 dengan fokus pada U11, KU11, dan KU12," kata Sigit.
Menariknya, tidak hanya juara di setiap kelompok usia yang berhak melaju. Tim pencari bakat juga memiliki kewenangan memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai punya potensi besar, daya juang tinggi, dan teknik permainan menonjol meski tidak keluar sebagai juara.
Jalur Emas Menuju Karantina di Kudus
Atlet yang berhasil menorehkan prestasi juara atau menunjukkan potensi luar biasa pada audisi ini tidak langsung dipulangkan. Mereka akan dibawa ke Kudus untuk menjalani karantina intensif selama sebulan penuh.
"Bagi atlet yang berhasil menorehkan prestasi juara atau menunjukkan potensi luar biasa pada audisi ini, mereka akan langsung dibawa ke Kudus untuk menjalani karantina intensif selama sebulan," jelas Sigit.
Proses seleksi ini merupakan bagian dari ekosistem pembinaan berkelanjutan yang dibangun PB Djarum. Dari sinilah lahir generasi baru pebulu tangkis Indonesia yang diharapkan mampu meneruskan tradisi emas di kancah internasional.