Pencarian

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ajak 25.000 ASN Berwakaf Rp 1.000 per Hari demi Dana Pembangunan SDM

Jumat, 07 Agustus 2026 • 14:01:01 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ajak 25.000 ASN Berwakaf Rp 1.000 per Hari demi Dana Pembangunan SDM
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak 25.000 ASN untuk berwakaf Rp1.000 per hari guna mendukung pembangunan sumber daya manusia.

PADANG — Jika setiap pegawai menyisihkan Rp 1.000 dari pendapatannya untuk wakaf setiap hari, Pemprov Sumbar bisa mengumpulkan dana Rp 25 juta per hari. Potensi itulah yang coba digarap Gubernur Mahyeldi Ansharullah dengan menjadikan wakaf sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar ibadah individual.

Dalam kegiatan bertema "Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas" itu, Gubernur menyebut dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu serta memperkuat program pembangunan SDM di daerah.

Wakaf Uang: Ibadah Rutin dengan Dampak Ekonomi Nyata

Mahyeldi menekankan bahwa wakaf tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang besar jika dikelola secara profesional. Ia mengapresiasi materi tausiah yang disampaikan Ustaz H. Yendri Junaidi, Lc., M.A., yang dinilai memberi perspektif baru tentang pengelolaan aset keagamaan.

"Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik," ujar Mahyeldi.

Minang Global Wakaf dan Peran Nazhir Bersertifikat

Untuk memastikan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel, Gubernur mendorong pembentukan Minang Global Wakaf. Lembaga ini diharapkan menjadi payung profesional dalam menghimpun dan menyalurkan wakaf dari ASN maupun masyarakat umum.

Langkah konkret juga disiapkan di internal birokrasi. Sebanyak lima ASN Pemprov Sumbar yang telah lulus sertifikasi sebagai Nazhir Wakaf diminta segera diberdayakan untuk memperkuat tata kelola di daerah.

Kolaborasi dengan Perantau dan Baznas

Mahyeldi menilai gerakan wakaf tidak akan optimal tanpa sinergi lintas sektor. Ia menyebut perlunya kolaborasi antara Baznas, lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan negara.

"Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan," tutup Mahyeldi.

Di luar aspek pendanaan, kegiatan Subuh Mubarak yang digelar rutin setiap bulan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan karakter ASN. Gubernur menilai forum ini mampu memperkuat integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: semangatnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks