PADANG — Pemerintah Kabupaten Solok dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tengah menyusun skema kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi langsung bagi warga melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Wakil Bupati Solok, Chandra, menilai langkah ini menjadi strategi penting untuk mempersiapkan daerahnya sebagai kawasan pariwisata yang terus berkembang. Menurutnya, pengalaman PNM dalam pendampingan di tingkat akar rumput menjadi modal utama untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah yang produktif.
“Kita memulai untuk memikirkan dan melaksanakan pengelolaan sampah ini di lingkungan masyarakat. Kita berharap bisa berkolaborasi dengan PNM untuk program ini agar pengolahan sampah itu bisa bernilai ekonomis dan membantu perekonomian masyarakat,” ujar Chandra.
Mengapa Program Ini Menyasar Nasabah Mekaar?
PNM telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan berbasis lingkungan bersama nasabah PNM Mekaar di berbagai daerah. Melalui kolaborasi ini, perusahaan BUMN tersebut berpeluang memberikan edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, pendampingan kelompok, hingga dukungan infrastruktur lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Julius, menyebut langkah awal akan dimulai dengan pemetaan nasabah Mekaar. Tujuannya untuk menentukan lokasi yang paling potensial dijadikan proyek percontohan.
“Kami akan melihat potensi di masing-masing wilayah dan memetakan kelompok nasabah yang siap terlibat. Harapannya, pilot project ini nantinya tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Hendra.
Mendorong Pertumbuhan Kawasan Wisata yang Berkelanjutan
Persoalan limbah menjadi tantangan lingkungan yang kian mendapat perhatian di Sumatera Barat, termasuk kawasan Padang dan Kabupaten Solok. Peningkatan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan sektor wisata menuntut solusi yang lebih dari sekadar perluasan kapasitas tempat pembuangan akhir.
Kolaborasi ini memperlihatkan perluasan pendekatan pemberdayaan PNM yang menghubungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan kepedulian lingkungan. Jika terealisasi secara berkelanjutan, model pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kabupaten Solok berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain.
Melalui keterlibatan nasabah Mekaar dan sinergi bersama pemerintah daerah, sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai limbah semata. Material sisa rumah tangga tersebut bisa bertransformasi menjadi sumber daya yang memiliki nilai dan peluang ekonomi bagi keluarga.