Pencarian

Mahasiswa KKN UNP Pasang Plang Titik Sampah di Enam Dusun Muaro Kalaban, 100 Siswa Ikut Edukasi Pemilahan

Senin, 03 Agustus 2026 • 19:33:01 WIB
Mahasiswa KKN UNP Pasang Plang Titik Sampah di Enam Dusun Muaro Kalaban, 100 Siswa Ikut Edukasi Pemilahan
Mahasiswa KKN UNP memasang plang titik kumpul sampah di enam dusun Nagari Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO — Nagari Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, mulai memiliki sistem pengelolaan sampah berbasis dusun. Enam plang penanda titik kumpul sampah kini terpasang permanen di Dusun Tambun Batu, Balai-Balai, Sawah Talang, Sungai Loban, Sawah Taratak, dan Sawah Tambang.

Plang tersebut merupakan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Negeri Padang (UNP) 2026. Pemasangan dilakukan secara gotong royong bersama pemuda, perangkat nagari, dan warga setempat.

Berawal dari Minimnya Titik Kumpul Sampah di Tingkat Dusun

Ketua KKN UNP Nagari Muaro Kalaban, Al Hafiz Akbar, menyebut observasi awal mahasiswa menemukan dua persoalan utama: belum adanya penanda titik kumpul sampah yang jelas dan minimnya edukasi pemilahan sampah bagi anak usia dini.

"Belum tersedianya titik kumpul sampah yang jelas dan masih terbatasnya edukasi pemilahan sampah menjadi perhatian kami. Karena itu, kami berupaya berkolaborasi dengan masyarakat dan sekolah untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata," ujarnya.

Edukasi lewat Permainan dan Kuis di Lima Sekolah Dasar

Sosialisasi pengelolaan sampah digelar di SDN 05, SDN 07, SDN 09, SDN 11, dan MIN 3 Muaro Kalaban. Fadillatul Husnah, penanggung jawab program, mengatakan metode yang dipakai dirancang agar mudah dicerna siswa.

"Sosialisasi dikemas melalui permainan dan kuis sederhana sehingga anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik," katanya.

Kegiatan ini berlangsung secara bergilir di tiap sekolah. Lebih dari 100 siswa tercatat mengikuti rangkaian edukasi hingga program berakhir.

Co-Creation: Solusi Dibangun Bersama Masyarakat

Fadillatul menambahkan, pendekatan kolaboratif dalam pemasangan plang sejalan dengan konsep co-creation yang menjadi ciri khas KKN Berdampak UNP. Solusi tidak dirancang sepihak oleh mahasiswa, melainkan dibangun bersama warga.

Pemerintah Nagari Muaro Kalaban, kepala dusun, Karang Taruna, hingga kelompok pemuda di enam dusun terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pemasangan plang.

Wali Nagari: Warga Kini Punya Titik Acuan yang Jelas

Wali Nagari Muaro Kalaban, Yuriswan, BE, mengapresiasi program ini. Ia menilai keberadaan plang menjawab kebutuhan warga yang selama ini tidak memiliki acuan dalam membuang sampah.

"Sebelumnya warga belum memiliki titik acuan yang jelas dalam pengelolaan sampah. Kini setiap dusun sudah memiliki penanda sendiri. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus meningkat meskipun mahasiswa KKN telah menyelesaikan tugasnya," ujarnya.

Apresiasi serupa datang dari salah satu kepala sekolah lokasi sosialisasi. Menurutnya, pemahaman siswa tentang perbedaan sampah organik dan anorganik meningkat setelah kegiatan ini.

"Anak-anak kini lebih memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Semoga kebiasaan baik ini dapat terus dilanjutkan oleh guru maupun orang tua di rumah," katanya.

Bagi para mahasiswa, pengabdian di Muaro Kalaban bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Mereka berharap plang yang terpasang menjadi sarana edukasi jangka panjang dan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan terus tumbuh.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: investigasi.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks