SUMATERA BARAT — Kenaikan harga ini berlaku untuk pesanan baru dan bervariasi tergantung wilayah. Pelanggan di China dan AS mengalami kenaikan kuotasi untuk proses 4nm (SF4) sebesar 10–15 persen sejak Juni, sementara pelanggan di Taiwan hanya naik 5–10 persen. Untuk proses 5nm (SF5), harga wafer naik 10–15 persen, dan node 8nm naik mendekati 10 persen.
Mengapa China Terima Kenaikan Terbesar?
Desainer chip China tidak punya banyak pilihan. Mereka terputus dari peralatan pembuat chip canggih akibat kontrol ekspor AS, sehingga kapasitas Samsung menjadi salah satu opsi langka yang tersedia.
Permintaan dari China bahkan disebut melebihi kapasitas yang bisa diterima Samsung. Prioritas diberikan ke pelanggan AS, dan sebagian kapasitas juga disisakan untuk produksi chip Samsung sendiri. Situasi ini bukan hal baru—ekspor chip Samsung ke China tumbuh signifikan antara 2023 dan 2024, termasuk kesepakatan memasok die logika untuk akselerator AI Baidu Kunlun.
Kenaikan di Bawah "Payung" Harga TSMC
Lini 4nm Pyeongtaek memproduksi chip logika untuk Qualcomm sekaligus base die untuk tumpukan HBM (High Bandwidth Memory) milik Samsung sendiri. Artinya, pelanggan foundry eksternal bersaing dengan divisi memori Samsung yang menjadi mesin profit utama perusahaan.
Samsung menguasai sekitar 7 persen pendapatan foundry global pada Q1 2026, jauh di bawah TSMC yang menguasai lebih dari 70 persen. Namun celah ini justru menguntungkan Samsung dalam hal harga. Kapasitas TSMC habis dipesan pesanan AI, dan pemimpin pasar itu sudah memberi tahu pelanggan soal kenaikan 5–10 persen untuk semua node di bawah 5nm mulai Januari. Kenaikan Samsung masih di bawah level kuotasi TSMC, sehingga tetap kompetitif.
Divisi Foundry Bisa Untung Tahun Depan?
Divisi foundry Samsung tercatat merugi sejak 2022. Analis BNK Investment & Securities, Lee Min-hee, mengatakan jika Samsung terus menaikkan harga, bisnis foundry-nya berpotensi untung paling cepat tahun depan.
Proyeksi itu didukung daftar pelanggan yang bertambah dalam setahun terakhir: kontrak chip AI Tesla senilai 16,5 miliar dolar AS, kesepakatan manufaktur dengan Apple, perjanjian chip AI Broadcom, dan prosesor inferensi Nvidia. Kombinasi kapasitas penuh dan harga lebih tinggi membuat prospek finansial divisi ini membaik, meski Samsung sendiri belum mau berkomentar soal laporan kenaikan harga tersebut.