PADANG — Lima lokasi rawan kecelakaan di wilayah hukum Sumatera Barat kini menjadi prioritas pengawasan. Jasa Raharja menilai pemasangan spanduk di titik-titik tersebut adalah cara paling efektif untuk membangun kesadaran pengguna jalan, terutama bagi pelajar dan pengemudi kendaraan angkutan barang.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menegaskan bahwa kehadiran spanduk ini bukan sekadar pemenuhan administrasi. Pesan keselamatan harus terus tampak di ruang publik agar kewaspadaan pengendara meningkat, khususnya di kawasan yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.
Prioritas pada Pelajar dan Pengemudi Angkutan Barang
Teguh menjelaskan, dua kelompok pengguna jalan ini memiliki kerentanan yang berbeda. Pelajar membutuhkan pengingat tentang tata tertib berlalu lintas, sementara pengemudi truk dan angkutan barang menghadapi tantangan dimensi kendaraan serta beban muatan yang lebih besar dibandingkan kendaraan pribadi.
"Kepada pelajar kami mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas, sementara kepada pengemudi truk dan kendaraan angkutan barang kami mengimbau agar selalu memperhatikan kecepatan, kondisi kendaraan, serta keselamatan pengguna jalan lainnya," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Padang.
Sinergi Lintas Instansi dalam Pencegahan Lakalantas
Upaya ini tidak berhenti pada pemasangan spanduk. Jasa Raharja berkomitmen mendorong langkah preventif berkelanjutan bersama Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan pemerintah daerah melalui forum FLLAJ. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk membangun budaya keselamatan yang menyeluruh.
"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap pemasangan spanduk ini bukan hanya menjadi pelengkap di jalan, tetapi benar-benar menjadi pengingat bagi setiap orang yang melihatnya untuk lebih disiplin dan berhati-hati," tutur Teguh.
Pemasangan spanduk dilakukan serentak di wilayah Kecamatan Kuranji, Lubuk Begalung, Koto Tangah, Pauh, dan Batang Anai. Pemilihan titik tersebut berdasarkan hasil kajian dan rekomendasi yang telah dibahas dalam rapat FLLAJ Provinsi Sumatera Barat.