PADANG — Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumatera Barat, Ezeddin Zain, mewakili Gubernur Sumbar dalam acara penyambutan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi Jeonbuk yang hadir di Ranah Minang.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh delegasi Provinsi Jeonbuk, Republik Korea, di Sumatera Barat, Ranah Minang," kata Ezeddin.
Menurut Ezeddin, kebudayaan memegang posisi penting di tengah dunia yang semakin terbuka. Pertukaran budaya tidak sekadar memperkenalkan tradisi, tetapi juga membuka ruang saling pengertian antarmasyarakat dan memperkuat hubungan antarwilayah.
Promosi Budaya Asia 2026 Jadi Momentum Pertemuan Dua Budaya
Ezeddin menilai Promosi Budaya Asia 2026 yang mempertemukan budaya Jeonbuk dengan budaya Sumatera Barat sebagai momentum berharga. Acara itu dinilainya memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing sekaligus membangun ruang interaksi lebih luas bagi masyarakat.
"Promosi Budaya Asia 2026 yang mempertemukan budaya Jeonbuk dengan budaya Sumatera Barat merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing, sekaligus membangun ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Sumatera Barat, kata Ezeddin, memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari sejarah dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi salah satu landasan penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Kekayaan itu tampak dari seni, tradisi, kuliner, arsitektur, kerajinan, hingga berbagai warisan budaya yang terus dijaga. Jeonbuk pun memiliki kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Korea Selatan.
"Pertemuan kedua budaya ini memberikan kesempatan kepada kita untuk saling mengenal, saling menghargai, dan menemukan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut," katanya.
Dari LoI 2023 ke Program Bahasa Korea di SMKN 2 Padang
Hubungan Sumbar dan Jeonbuk telah dibangun sejak 2023. Pada 16 Februari 2023, kedua pemerintah daerah menandatangani Letter of Intent pembentukan kerja sama Sister Province di Istana Basa Pagaruyung, Tanah Datar.
Kerja sama kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian pada 25 Oktober 2025 di Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan. Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah program Saemangeum Hangeul Hakdang Indonesia di SMKN 2 Padang.
Sejak 2023, program tersebut telah berlangsung dalam tiga periode dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang. Pesertanya mencakup siswa, guru, mahasiswa, ASN, hingga masyarakat umum.
Program itu tidak hanya mengenalkan bahasa Korea, tetapi juga budaya Korea melalui berbagai kegiatan. Mulai dari peringatan Hangeul Day, pembuatan kerajinan dan masakan Korea, hingga pertunjukan budaya pada penutupan kegiatan. Program tersebut juga melahirkan Pojok Korea sebagai ruang pengenalan budaya dan bahasa Korea.
Delegasi Jeonbuk Sebut Malam Ini Awal Baru Kerja Sama
Direktur Foreigner and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk, Kim Munkang, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia menyebut pertemuan itu sebagai momentum mempererat hubungan kedua daerah.
"Terima kasih banyak atas penyambutan yang sangat hangat untuk delegasi Jeonbuk. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan para pemimpin hebat Sumatera Barat di sini," kata Kim Munkang.
Ia menyebut kerja sama yang dimulai sejak penandatanganan LoI pada 2023 telah menghasilkan sejumlah kegiatan. Termasuk kelas Bahasa Korea Padang Saemangeum dan keikutsertaan dalam Jeonbuk Fermented Food Expo.
"Malam ini bukan hanya sekadar sambutan. Ini adalah awal yang baru bagi kita untuk saling memahami budaya masing-masing dan membangun kerja sama yang lebih erat di masa depan," ujarnya.
Kim Munkang berharap hubungan Jeonbuk dan Sumatera Barat terus berkembang di berbagai bidang. "Kami berharap Jeonbuk dan Sumatera Barat dapat terus bekerja sama dan maju bersama di berbagai bidang seperti budaya, ekonomi, dan pendidikan," katanya.
Saluang hingga Pansori Meriahkan Pertukaran Budaya
Gala dinner tersebut juga menjadi ruang pertukaran budaya secara langsung. Tamu undangan disuguhi kesenian tradisional Minangkabau berupa saluang.
Sementara delegasi Jeonbuk menampilkan Taekwondo dan Pansori melalui pertunjukan Simcheongga. Ezeddin berharap kegiatan itu menjadi awal kerja sama yang lebih luas, tidak hanya kebudayaan, tetapi juga pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, pengembangan generasi muda, dan promosi potensi daerah.