DHARMASRAYA — Program Nagari Creative Hub menyasar pelaku usaha mikro di tingkat nagari agar mampu menjangkau konsumen di luar daerah. Wagub Vasko menyebut perluasan pasar ditempuh lewat dua jalur sekaligus, konvensional dan digital.
"NCH ini kita hadirkan untuk memperluas pasar produk UMKM, dari lokal menjadi nasional melalui cara konvensional dan digital dengan pemanfaatan berbagai platform digital," tegas Vasko di Nagari Sungai Duo.
Usai peresmian, Wagub bersama Bupati dan rombongan Forkopimda Kabupaten Dharmasraya meninjau sejumlah tenant UMKM NCH Sungai Duo. Beragam produk kuliner dan kriya lokal dipamerkan sebagai bagian dari pengembangan potensi ekonomi masyarakat nagari.
Promosi Lewat Live Streaming TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo
Vasko dan Bupati Annisa tidak hanya meninjau. Keduanya ikut mempromosikan produk UMKM melalui siaran langsung di akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo, memperkenalkan produk lokal kepada calon konsumen di pasar digital.
"Produk lokal kita itu banyak, beragam dan bagus-bagus, sayang kalau tidak dipromosikan secara luas. Disamping memperkenalkan, ini juga dapat mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat," ujar Vasko.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyambut positif kehadiran NCH Sungai Duo. Menurutnya, program tersebut membuka akses pemasaran lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Ini merupakan ide yang sangat brilian dari Wagub Vasko untuk mengangkat UMKM lokal. Saya yakin program ini akan menjadi solusi bagi perluasan pasar dan peningkatan ekonomi masyarakat," ungkap Annisa.
Kolaborasi dengan BUMNag dan Lonjakan Transaksi Daring
Wali Nagari Sungai Duo Ali Amran menjelaskan pengembangan NCH dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Kolaborasi itu menjadi bagian penting agar program berjalan dan memberi manfaat berkelanjutan bagi warga.
Sebelum NCH hadir, sebagian besar masyarakat memasarkan produk secara konvensional atau offline. Melalui pendampingan dan fasilitas yang tersedia, para pelaku usaha mulai terbiasa memanfaatkan metode penjualan daring.
"Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Jumlah transaksi terus meningkat dari hari ke hari dan keterlibatan UMKM lokal juga semakin bertambah," ungkap Ali Amran.
Nagari Sungai Duo memiliki 7.843 penduduk yang tersebar di 15 jorong dengan latar belakang masyarakat multietnis. Potensi itu menjadi modal sosial dalam pengembangan aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat berbasis nagari.
Medan Nan Bapaneh Ditargetkan Rampung November
Untuk memperkuat keberadaan NCH, Pemprov Sumbar melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) tengah membangun fasilitas pendukung berupa Medan Nan Bapaneh. Progres pembangunan telah mencapai 55 persen dari total masa pengerjaan 75 hari.
Fasilitas pendukung tersebut ditargetkan rampung pada November mendatang. Kehadirannya diharapkan melengkapi ruang kreativitas dan ekonomi masyarakat nagari di Sungai Duo.
Melalui pengembangan NCH, Pemprov Sumbar berharap semakin banyak UMKM nagari memanfaatkan teknologi digital, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. NCH diarahkan bukan sekadar tempat berjualan, tetapi pusat pengembangan kreativitas dan ekonomi masyarakat nagari.