SUMATERA BARAT — Washington DC, AS — Pemerintah Amerika Serikat melonggarkan pembatasan terhadap model AI keamanan siber canggih buatan Anthropic. Mythos 5, yang ditarik dari pasar dua pekan lalu karena dinilai terlalu berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah, kini boleh digunakan kembali oleh entitas tertentu.
Berdasarkan laporan Semafor dan Reuters, izin ini diberikan kepada lebih dari 100 perusahaan swasta dan lembaga pemerintah AS. Yang menarik, kebijakan ini juga mencakup karyawan non-Amerika yang bekerja di organisasi-organisasi tersebut, termasuk karyawan asing Anthropic yang sebelumnya terkena larangan total.
Surat izin yang ditandatangani Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada Jumat (14/6) lalu menyatakan, "Saya telah menentukan bahwa perlindungan yang memadai telah tersedia untuk mengizinkan mitra tepercaya tertentu mengakses Model Claude Mythos 5." Surat itu ditujukan kepada Kepala Petugas Komputasi Anthropic, Tom Brown.
Keputusan ini menjadi babak baru setelah kontroversi yang melanda Mythos 5 dan variannya, Fable 5. Kedua model ditarik dari pasaran setelah peneliti keamanan siber berhasil membobol sistem perlindungan (guardrails) yang dipasang Anthropic hanya dalam hitungan hari setelah dirilis secara luas.
Fable 5 sendiri merupakan versi Mythos 5 yang diklaim memiliki proteksi lebih ketat dan sempat dirilis beberapa hari sebelum larangan total diberlakukan. Ironisnya, celah yang sama juga ditemukan pada model ini.
Menariknya, surat izin dari Menteri Lutnick hanya menyebutkan Mythos 5 secara spesifik. Nasib Fable 5 masih belum jelas dan tidak disebutkan dalam dokumen tersebut.
Anthropic secara resmi mengakui perkembangan ini melalui unggahan di platform X pada hari yang sama. Mereka menyatakan sejak 12 Juni lalu telah bekerja sama erat dengan pemerintah AS untuk memulihkan akses ke kedua model tersebut.
"Hari ini, pemerintah memberi tahu kami bahwa Mythos 5, model keamanan siber terkuat kami, dapat digunakan kembali oleh sekelompok organisasi AS yang mengoperasikan dan mempertahankan infrastruktur kritis," tulis Anthropic. Perusahaan rintisan itu menambahkan bahwa mereka akan segera memulihkan akses untuk organisasi-organisasi ini dan terus bernegosiasi dengan pemerintah untuk memperluas akses Mythos 5 serta mengembalikan Fable 5 ke penggunaan umum.
Hingga berita ini diturunkan, Anthropic belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi lebih lanjut.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah AS mulai menemukan keseimbangan antara inovasi AI dan keamanan nasional. Untuk pengguna di Indonesia, perkembangan ini belum berdampak langsung, namun menjadi indikasi bahwa regulasi AI global, khususnya di sektor pertahanan siber, akan semakin ketat dan selektif.