PADANG — Dua aplikasi baru, SAPA SPM dan RUNDIANG SPM, resmi digunakan oleh seluruh perangkat daerah di Sumatera Barat. Tujuannya satu: memastikan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih benar-benar sampai ke warga, bukan sekadar angka di laporan.
SAPA SPM merupakan dashboard berbasis website yang menghimpun data penerapan SPM dari tingkat provinsi hingga desa dalam satu sistem terintegrasi. Lewat platform ini, gubernur, bupati, dan wali kota bisa memantau capaian enam urusan pelayanan dasar secara real-time.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Sumbar, Ezeddin Zain, menyebut SAPA SPM sudah tersambung langsung dengan aplikasi e-SPM milik Kementerian Dalam Negeri. Artinya, proses pelaporan dan sinkronisasi data antara pusat dan daerah berlangsung lebih cepat.
“Inovasi ini memungkinkan pimpinan daerah memantau capaian secara real time sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data,” ujar Ezeddin saat membuka acara mewakili Sekda Sumbar.
Sementara itu, RUNDIANG SPM berfungsi sebagai ruang koordinasi digital antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Platform ini dipakai untuk pembinaan, pemantauan, hingga penyelesaian masalah implementasi SPM tanpa harus menggelar pertemuan fisik.
Dalam sambutannya, Ezeddin menekankan bahwa SPM adalah amanat konstitusi yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara merata dan berkeadilan. Ia mengingatkan jangan sampai SPM hanya dipandang sebagai kewajiban administratif atau pemenuhan indikator pelaporan semata.
“Esensi penerapan SPM adalah memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Komitmen itu, menurut Ezeddin, sudah membuahkan hasil. Sumatera Barat konsisten masuk jajaran provinsi dengan kinerja pelaporan SPM terbaik di Indonesia selama tiga tahun terakhir. Pada 2024, Indeks Pencapaian SPM mencapai 98,57 persen dan meraih penghargaan Provinsi Terbaik I Regional Sumatera.
Prestasi serupa diraih oleh pemerintah kabupaten dan kota. Kota Padang memperoleh penghargaan Kota Terbaik I Regional Sumatera. Kabupaten Kepulauan Mentawai meraih Terbaik III Kategori Wilayah Kepulauan dalam penerapan dan pelaporan SPM.
Forum monitoring dan evaluasi yang digelar bersama Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri juga menjadi ajang untuk menetapkan target penerima dan mutu layanan dasar Tahun 2026, sekaligus menyusun target penerapan SPM Tahun 2027. Pemerintah pusat dan daerah mengidentifikasi tantangan serta merumuskan langkah perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.