LUBUK BASUNG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menanam sebanyak 600 bibit pohon produktif di lokasi banjir bandang yang pernah melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Bibit tersebut terdiri dari durian, cengkeh, alpukat, dan pala. Penanaman ini merupakan bagian dari Fase Pemulihan Dini Pascabencana Hidrometeorologi yang didukung PMI Pusat dan IFRC.
600 Pohon Produktif untuk Ekonomi dan Lingkungan
Ketua PMI Agam Masrizal menjelaskan bahwa pohon-pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian lingkungan di area terdampak bencana, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi warga sekitar. "Pohon yang kita tanam bisa menjaga kelestarian lingkungan terdampak bencana dan buahnya bisa menambah pendapatan dari warga sekitar," kata Masrizal di Lubuk Basung, Sabtu.
Pemilihan jenis bibit produktif seperti durian, cengkeh, alpukat, dan pala disesuaikan dengan kondisi tanah di kawasan bekas banjir bandang. Dalam jangka panjang, hasil panen pohon-pohon ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Nagari Sungai Batang yang sempat terganggu akibat bencana.
Sumur Bor dan SIBAT: Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Nagari
Selain penghijauan, program pemulihan dini juga mencakup pembangunan sumur bor sebagai sarana penyediaan air bersih bagi warga. Langkah ini dinilai krusial karena akses air bersih kerap terputus pascabencana. PMI Agam juga membentuk Kelompok Siaga Bencana Berbasis Nagari (SIBAT) di Sungai Batang.
Melalui SIBAT, masyarakat setempat dilatih untuk melakukan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Program ini diharapkan memperkuat kapasitas warga di tingkat nagari agar lebih mandiri dan tangguh.
Penutupan Program Pemulihan Dini
Ketua PMI Agam menegaskan bahwa fase pemulihan dini pascabencana telah ditutup pada Kamis (23/7/2026). "Kegiatan penutupan ditandai dengan penyerahan sumur bor air bersih, aksi penghijauan, serta pembentukan Kelompok SIBAT," ujar Masrizal.
Dengan berakhirnya program ini, PMI Agam berharap masyarakat Nagari Sungai Batang semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi ke depannya. Penanaman 600 bibit pohon produktif menjadi bukti nyata bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi warga.