SUMATERA BARAT — Peacock, platform milik NBCUniversal, kini melayani 48 juta pelanggan setelah menambah dua juta subscriber dalam tiga bulan terakhir. Namun, manajemen mengingatkan bahwa profitabilitas akan berfluktuasi antar kuartal karena jadwal olahraga dan konten yang tidak merata.
Kinerja positif Peacock di musim semi ini tidak lepas dari tiga acara andalan: FIFA World Cup, playoff NBA, dan Love Island USA. Acara-acara tersebut berhasil mendongkrak jumlah penonton dan pendapatan iklan secara signifikan.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, eksekutif Peacock dalam earnings call mengakui bahwa "Profitability is going to vary quarter by quarter, just based on the timing of sports schedules and other content hitting one quarter versus another." Artinya, keuntungan sangat bergantung pada jadwal siaran langsung yang bersifat musiman.
Saat pertama kali diluncurkan pada 2020, Peacock lebih dikenal sebagai tempat menonton ulang sitkom klasik NBC seperti The Office. Namun seiring waktu, platform ini bertransformasi menjadi rumah bagi konten orisinal dan siaran langsung.
Sekarang, olahraga dan reality show menjadi penawaran inti Peacock. Meski reputasinya terus membaik, layanan ini baru sekarang mencetak laba berarti setelah sebelumnya merugi US$432 juta pada kuartal sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa dampak Piala Dunia terhadap laba Peacock sebenarnya terbatas. Kuartal berakhir di tengah turnamen dan Peacock hanya memegang hak siar berbahasa Spanyol untuk ajang tersebut.
Momen ini menjadi krusial karena Comcast bersiap memisahkan NBCUniversal. Dengan perubahan besar di depan mata, kemampuan Peacock membuktikan profitabilitas menjadi sinyal positif bagi masa depan platform di tengah persaingan layanan streaming global.