PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperingati Hari Kartini Tahun 2026 dengan cara yang unik dan sarat akan nilai tradisi. Melalui kolaborasi antara Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, pemerintah daerah menggelar Lomba Pagelaran Baju Kuruang, Basiba, serta Kebaya Tempo Doeloe. Perhelatan ini dipusatkan di Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Pantai Ketaping, yang menjadi simbol perpaduan antara keindahan alam dan kearifan lokal.
Acara yang berlangsung semarak ini diikuti oleh ratusan peserta yang merupakan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga nagari di seluruh wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran para peserta dengan busana tradisional Minangkabau memberikan nuansa nostalgia sekaligus kebanggaan atas kekayaan budaya daerah yang tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Komitmen Pelestarian Budaya dan Emansipasi Perempuan
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, membuka secara resmi kegiatan ini dengan memberikan apresiasi tinggi kepada TP-PKK dan seluruh pihak yang terlibat. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia.
“Pertama-tama, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik,” ujar John Kenedy Azis di hadapan para undangan dan peserta lomba.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pemilihan tema “Bersama TP PKK Kabupaten Padang Pariaman Lestarikan Budaya Wujudkan Kesetaraan” sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Menurutnya, busana yang ditampilkan dalam lomba ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Minangkabau, yang harus dipahami oleh generasi masa kini agar tidak kehilangan jati diri.
“Baju kurung, basiba, kebaya tempo dulu, tangkuluak, dan deta yang kita tampilkan hari ini bukan sekadar busana, tetapi simbol jati diri, kehormatan, serta warisan adat dan budaya Minangkabau yang harus terus kita lestarikan kepada generasi muda,” tegas Bupati dalam pidatonya.
Penguatan Sektor Pariwisata Melalui Desa Wisata
Selain fokus pada pelestarian budaya melalui busana, momentum peringatan Hari Kartini ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan peresmian Desa Wisata sebagai langkah nyata pemerintah dalam mendorong pariwisata yang berbasis pada potensi masyarakat lokal.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pariwisata di Padang Pariaman tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya dan keramahtamahan penduduknya. Dengan peresmian Desa Wisata ini, diharapkan nagari-nagari di Padang Pariaman dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi daerahnya, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga sekitar.
Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Pantai Ketaping dipilih sebagai lokasi acara karena dinilai merepresentasikan semangat kemajuan pariwisata daerah. Lokasi ini kini menjadi salah satu destinasi unggulan yang terus dikembangkan pemerintah untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara melalui kegiatan-kegiatan budaya yang terjadwal secara rutin.
Sinergi Lintas Sektor dan Partisipasi Publik
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Wakil Bupati Rahmat Hidayat, unsur Forkopimda, serta Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara. Kehadiran para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga para camat dan wali nagari menunjukkan dukungan penuh seluruh elemen pemerintahan terhadap program pelestarian budaya ini.
Kemeriahan acara semakin memuncak saat sesi parade busana dimulai. Para pengurus TP-PKK Padang Pariaman tampil anggun memperagakan keindahan Baju Kuruang dan Basiba di atas panggung, sebelum dilanjutkan dengan sesi perlombaan yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai instansi. Penampilan para peserta dinilai berdasarkan kesesuaian busana dengan pakem tradisi serta keluwesan saat memperagakannya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Sinergi antara pelestarian budaya Minangkabau dan pengembangan pariwisata berkelanjutan diharapkan dapat menjadi pondasi kuat bagi kemajuan Padang Pariaman di masa depan.