SIMPANG EMPAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memulai perbaikan jalan menuju daerah terisolasi Rura Patontang di Kecamatan Koto Balingka. Alat berat sudah dikerahkan untuk pengerasan badan jalan sepanjang 1,2 kilometer yang selama ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kondisi ini sebelumnya memaksa warga, termasuk ibu hamil, harus ditandu untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat Bambang Sumarsono mengatakan pengerjaan tahap awal difokuskan pada pembentukan badan jalan, penimbunan, dan pengerasan dengan pasir batu. Beberapa titik tanjakan juga akan dicor beton, serta dibangun gorong-gorong dan plat duiker.
Anggaran Rp350 Juta untuk 1,2 Kilometer
Dana yang digelontorkan untuk tahap ini mencapai Rp350 juta, bersumber dari anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan serta dana peningkatan jalan. “Alat berat telah sampai di jalan Rura Patontang dan telah mulai bekerja untuk memperbaiki akses jalan itu,” kata Bambang di Simpang Empat, Sabtu.
Menurutnya, target utama adalah membuat ruas tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat. Selama ini, medan yang berat membuat mobil tidak bisa menjangkau permukiman warga.
Kondisi Jalan: 3,8 Kilometer dan Dua Jembatan Diusulkan ke Pusat
Bambang mengungkapkan, dari hasil peninjauan, total panjang jalan yang perlu ditangani mencapai 3,8 kilometer, ditambah dua jembatan. Pemerintah daerah sudah mengusulkan penanganan keseluruhan ruas tersebut ke pemerintah pusat dengan harapan mendapat alokasi anggaran tambahan.
Sementara itu, 1,2 kilometer yang kini dikerjakan merupakan jalan tanah yang perlu segera diperkeras. Sesuai arahan Bupati Pasaman Barat Yulianto, perbaikan ini menjadi prioritas agar akses masyarakat setempat tidak lagi bergantung pada jalan setapak.
Warga Terisolasi: Ibu Melahirkan Terpaksa Ditandu
Daerah Rura Patontang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong terisolasi di Pasaman Barat. Akses yang buruk membuat warga kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Beberapa waktu lalu, seorang ibu yang hendak melahirkan harus ditandu keluar dari kampung karena kendaraan roda empat tak bisa masuk.
Pengerasan jalan tahap awal ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sebelum penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat terealisasi. Warga setempat menanti agar mobilitas ekonomi dan akses darurat tidak lagi terhambat kondisi jalan.