PADANG — Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 16–18 tahun di Sumatera Barat tercatat mencapai 839 anak pada tahun 2026. Untuk menjawab persoalan itu, SMA Negeri 8 Padang meluncurkan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA pertama di provinsi tersebut.
Inovasi ini digagas oleh Kepala SMAN 8 Padang, Dr. Berry Devanda, S.Pd., M.Ed., yang baru saja diwisuda sebagai lulusan Program Doktor Universitas Negeri Padang (UNP) pada Wisuda ke-143 periode Juni 2026. Program tersebut merupakan penugasan dari Kemdikdasmen RI dan Gubernur Sumatera Barat.
Model Pembelajaran: Kombinasi Daring dan Tatap Muka
PJJ SMAN 8 Padang menerapkan sistem pembelajaran kombinasi dengan komposisi 70 persen pembelajaran daring dan 30 persen pembelajaran sinkron. Sisanya dilakukan melalui tatap muka virtual maupun pertemuan langsung secara berkala.
“Sistem pembelajaran dirancang menyerupai pola yang diterapkan Universitas Terbuka sehingga memberikan fleksibilitas bagi peserta didik yang memiliki berbagai keterbatasan untuk tetap menyelesaikan pendidikan menengah,” kata Berry dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Siapa Sasaran Program Ini?
Program ini menyasar remaja berusia 16–18 tahun yang telah lulus SMP atau MTs pada tahun-tahun sebelumnya, namun belum melanjutkan ke jenjang SMA atau sederajat. Pihak sekolah memastikan program ini tidak menerima lulusan baru SMP tahun pelajaran 2026/2027 agar tidak tumpang tindih dengan jalur penerimaan reguler.
Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, peserta akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh SMA Negeri 8 Padang.
Alasan di Balik Program: Data ATS Nasional Masih Tinggi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ATS usia 16–18 tahun secara nasional masih mencapai lebih dari 1,1 juta anak. Angka ini menjadi dasar Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah yang menjadikan penanganan ATS sebagai prioritas nasional.
“Sebagai alumni UNP, kami bangga mendapat penugasan dari Kemdikdasmen RI dan Gubernur Sumatera Barat untuk ikut berkontribusi mengurangi angka Anak Tidak Sekolah melalui program Pembelajaran Jarak Jauh,” ujar Berry.
Ajakan untuk Alumni UNP
Berry mengajak para alumni UNP untuk berperan aktif mendukung keberhasilan program tersebut. Caranya dengan membantu mengidentifikasi dan mengajak remaja usia sekolah yang putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan.
“Kepada semua alumni UNP yang ingin ikut berkontribusi, mari ajak ATS usia 16–18 tahun di sekitar tempat tinggalnya untuk kembali ke sekolah melalui program PJJ SMAN 8 Padang,” katanya melalui pesan WhatsApp.