Pencarian

15 Mahasiswa Teknik Pertambangan UNP Telusuri Lubang Tambang Bawah Tanah Sawahlunto untuk Mining Fair 2026

Rabu, 16 September 2026 • 19:36:01 WIB
15 Mahasiswa Teknik Pertambangan UNP Telusuri Lubang Tambang Bawah Tanah Sawahlunto untuk Mining Fair 2026
mahasiswa Teknik Pertambangan UNP menyusuri lubang tambang bawah tanah Sawahluwung di Sawahlunto, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 15 mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang (UNP) menyusuri lubang tambang bawah tanah batu bara Sawahluwung di Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (11/9/2026). Mereka melakukan pendataan dan penelitian di terowongan bekas tambang PT Bukit Asam Tbk itu sebagai persiapan kompetisi Mining Fair 2026 yang digelar kampus mereka pada 11–15 Oktober 2026. Lubang tambang Sawahluwung menjadi satu-satunya tambang batu bara bawah tanah di Indonesia yang tidak lagi beroperasi untuk penambangan, melainkan difungsikan sebagai objek studi.

SAWAHLUNTO — Rombongan yang dipimpin mahasiswa bernama Jamie itu tiba menjelang siang di kawasan tambang Sawahluwung, yang berada pada ketinggian 214 meter di atas permukaan laut. Dari 15 orang, mereka dibagi tiga kelompok: dua kelompok masuk ke dalam tambang, satu kelompok melakukan pendataan di luar.

Mereka membawa alat ukur seperti meteran dan kompas geologi. Setibanya di dalam, elevasi terowongan turun tajam hingga 57 meter dari pintu masuk.

Pendataan di Tiga Galeri Buntu Lapisan Seam A

Di dalam terowongan terdapat sisa infrastruktur penambangan batu bara historis pada lapisan Seam A, meliputi tiga galeri buntu: Galeri satu, dua, dan tiga. Pada tiga galeri inilah para mahasiswa melakukan pendataan.

Saat menyoroti dinding galeri dua, mereka menemukan batu bara berkilauan. Kualitas batu bara Sawahlunto memiliki kalori tinggi sehingga tergolong bituminous coal atau batu bara bitumen.

Kualitas tersebut membuat batu bara Sawahlunto memenuhi syarat untuk kebutuhan metalurgi dan pembangkit listrik.

Didampingi Petugas PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin

Rombongan mahasiswa didampingi petugas PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Sawahlunto, Syamsul Hamidi. Kegiatan pemeliharaan shift pertama hari itu baru saja selesai saat mereka masuk.

Meskipun operasional produksi batu bara dihentikan sepenuhnya sejak penetapan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2019, stabilitas bukaan terowongan tetap harus dipertahankan secara berkelanjutan. Pemeliharaan itu dibutuhkan untuk kebutuhan edukasi dan riset geoteknik.

Lubang tambang dalam Sawahluwung baru dibuka pada 1985, ketika mekanisasi teknologi pertambangan dimulai. Produksinya berhenti pada 2016.

Cadangan Batu Bara Ombilin Tersisa 102 Juta Ton

Saat ini cadangan batu bara di Ombilin yang masuk dalam aset PT Bukit Asam tercatat 102 juta ton. Meski tidak lagi berproduksi, perusahaan berkomitmen mendukung pelestarian Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, salah satunya dengan menjadikan lubang tambang sebagai sarana pendidikan.

Area tersebut dinilai memiliki daya tarik unik bagi siswa atau mahasiswa yang tertarik pada sejarah industri dan teknologi pertambangan masa itu. Kawasan ini juga memberi wawasan tentang warisan budaya tambang.

Kuliah Lapangan dan Materi Uji Kompetensi

Selain penelitian, mahasiswa pertambangan rutin menggelar kuliah lapangan ke dalam tambang. Tujuannya memberikan pengalaman nyata agar mahasiswa mampu mengintegrasikan teori di ruang kuliah dengan praktik di lapangan.

Materi kegiatan mencakup teknik pemboran dan penyanggaan tambang bawah tanah, survei pertambangan bawah tanah dan tambang terbuka, ventilasi tambang, face mapping dan analisis geoteknik, blasting, hidrogeologi dan penyaliran tambang, hingga produktivitas alat berat.

Sebagai perguruan tinggi terfavorit di Sumatera Barat, UNP menyatakan komitmennya mencetak lulusan Teknik Pertambangan yang siap kerja dan memiliki kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri.

Hilirisasi dan Transisi Energi Dorong Kebutuhan Lulusan

Kebutuhan negara terhadap mahasiswa dan lulusan Teknik Pertambangan di Indonesia saat ini berada pada tingkat yang krusial dan tinggi. Pemicu utamanya adalah agenda besar hilirisasi industri dan transisi energi.

Menjelang sore, Jamie dan teman-temannya keluar dari dalam tambang. Ia mengaku datanya belum cukup dan bertekad kembali masuk ke Sawahluwung untuk menambah data serta referensi tentang tambang batu bara bawah tanah.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks