SUMATERA BARAT — Baterai adalah komponen paling krusial di perangkat yang menemani aktivitas sehari-hari, dari ponsel hingga laptop. Namun, banyak pengguna Indonesia yang belum menyadari bahwa kebiasaan mencharge hingga 100 persen setiap saat justru memperpendek umur baterai. Setelan pembatas pengisian daya yang tersembunyi di menu pengaturan bisa menjadi solusi sederhana untuk masalah ini.
Mengapa Baterai Cepat Rusak?
Setiap baterai lithium-ion memiliki jumlah siklus pengisian yang terbatas. Mengisi daya hingga penuh 100 persen setiap kali mempercepat penurunan kapasitas maksimal baterai.
Kondisi tegangan tinggi saat baterai penuh memberi tekanan kimiawi pada sel baterai. Akibatnya, dalam beberapa bulan pemakaian, daya tahan baterai terasa menurun drastis.
Satu Setelan yang Mengubah Segalanya
Fitur bernama "Optimized Battery Charging" di iOS atau "Protect Battery" di perangkat Android dan beberapa laptop memungkinkan pengisian daya berhenti di 80 persen. Sistem baru melanjutkan pengisian ke 100 persen mendekati waktu penggunaan rutin pengguna.
Untuk pengguna laptop Windows, fitur serupa sering disebut "Battery Health Management" atau "Charge Limit". Aktivasinya biasanya berada di menu pengaturan baterai atau aplikasi bawaan pabrikan seperti Lenovo Vantage, ASUS MyASUS, atau Dell Power Manager.
Cara Aktivasi di Ponsel dan Laptop
Di iPhone, buka Settings > Battery > Battery Health & Charging, lalu aktifkan Optimized Battery Charging. Untuk pengguna Samsung Galaxy, masuk ke Settings > Battery and Device Care > Battery > More Battery Settings, lalu nyalakan Protect Battery.
Di laptop, pengaturan ini biasanya berada di aplikasi manajemen perangkat. Aktifkan mode pembatas daya agar baterai tetap di kisaran 80 persen saat digunakan dengan adaptor terpasang dalam waktu lama.
Dampak Nyata bagi Pemakaian Sehari-hari
Membatasi pengisian daya hingga 80 persen memang mengurangi kapasitas penuh yang bisa dipakai setiap hari. Namun, untuk perangkat yang sebagian besar waktu digunakan di meja kerja dengan colokan tersedia, pengorbanan ini sepadan.
Baterai yang dirawat dengan metode ini bisa bertahan dua hingga tiga kali lebih lama sebelum kapasitasnya turun ke level 80 persen dari kondisi awal. Pengguna yang sering bepergian tetap bisa mematikan fitur ini sementara saat membutuhkan daya penuh.
Kebiasaan kecil seperti mengaktifkan setelan pembatas pengisian daya bisa memperpanjang usia pakai perangkat hingga bertahun-tahun. Tidak perlu mengganti baterai atau membeli HP baru lebih cepat hanya karena kebiasaan charging yang salah.