TEGAL — Milad ke-1 Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Tegal menjadi momentum bagi Bupati Tanah Datar Eka Putra untuk menggalang peran aktif perantau. Acara yang digelar di Gedung Yaumi itu dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Tegal, pengurus DPP IKTD Jabodetabek, serta komunitas perantau Minang di Jawa Tengah.
Perantau sebagai Penghubung Ranah dan Rantau
Dalam sambutannya, Eka Putra menegaskan bahwa perantau memiliki posisi krusial dalam akselerasi pembangunan daerah. "Kekompakan seperti inilah yang harus terus kita jaga karena perantau menjadi penghubung penting antara ranah dan rantau," ujarnya. Ia mengapresiasi soliditas warga Tanah Datar yang konsisten memberikan kontribusi nyata bagi kampung halaman, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun politik.
Infrastruktur Pascabencana Menjadi Fokus Pemkab
Eka memaparkan progres percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana galodo yang melanda Tanah Datar dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kini memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan agar aksesibilitas masyarakat segera pulih sepenuhnya. Program ini menjadi salah satu agenda utama setelah bencana yang merusak sejumlah ruas vital di wilayah tersebut.
Dua Program Unggulan dan Capaian Keagamaan
Selain infrastruktur, Eka menyoroti sejumlah keberhasilan program unggulan daerah. Dua di antaranya adalah layanan membajak sawah gratis dan asuransi pertanian yang dinilai meringankan beban petani. Di sektor keagamaan, ia menyebutkan capaian 25 ribu anak penghafal Al-Qur’an di Tanah Datar sebagai bukti keberhasilan pembinaan generasi muda.
Pesan Moral dan Filosofi "Di Mana Bumi Dipijak"
Eka berpesan agar para perantau tetap memegang teguh tanggung jawab moral untuk saling membantu sanak saudara di kampung halaman. Sementara itu, Ketua IKTD Kabupaten Tegal, Hasdiwarman, menyebut perayaan milad ini sebagai wujud nyata kepatuhan warga terhadap filosofi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ketua Panitia Milad, Dendi Malin Mudo, menambahkan bahwa acara diisi dengan ceramah agama dan doa bersama.