PADANG — Program revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2026 mengalami perluasan signifikan. Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan senilai Rp 617,24 miliar untuk 920 satuan pendidikan, naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300,06 miliar untuk 337 sekolah.
Kenaikan ini setara 173 persen untuk jumlah penerima dan 106 persen untuk nilai total bantuan. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyambut baik kebijakan ini karena berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa di berbagai kabupaten dan kota.
Fokus Terbesar pada PAUD dan Sekolah Dasar
Perluasan program tidak merata di semua jenjang. Data menunjukkan peningkatan paling tajam terjadi pada pendidikan anak usia dini (PAUD) yang melonjak 774 persen, disusul sekolah dasar (SD) yang naik 228 persen. Adapun jenjang SMP hanya tumbuh 53 persen.
- PAUD: 271 satuan pendidikan dengan nilai Rp 110,17 miliar
- SD: 443 satuan pendidikan dengan nilai Rp 245,73 miliar
- SMP: 142 satuan pendidikan dengan nilai Rp 172,44 miliar
- SMA/sederajat: 64 satuan pendidikan dengan nilai Rp 88,89 miliar
Alasan Perhatian Lebih untuk Pendidikan Dasar
Vasko menilai porsi besar untuk PAUD dan SD merupakan langkah strategis. Menurutnya, fondasi pendidikan anak harus diperkuat sejak awal agar berdampak pada kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter di jenjang berikutnya.
"Fondasi pendidikan itu harus dikuatkan sejak awal. Karena itu, ketika PAUD dan SD mendapat porsi perhatian yang lebih besar, kita melihatnya sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan anak-anak kita," terang Vasko di Padang, Senin (10/8/2026).
Bukan Sekadar Bangun Gedung Baru
Vasko menjelaskan, program revitalisasi tidak selalu identik dengan pembangunan gedung baru. Bantuan ini mencakup perbaikan berbagai komponen fisik sekolah yang setiap hari digunakan, seperti ruang kelas, atap, plafon, lantai, hingga sanitasi dan toilet.
"Kadang kebutuhan sekolah sederhana, seperti atap yang sudah harus diperbaiki, toilet yang perlu dibenahi atau ruang kelas yang perlu dibuat lebih nyaman. Hal-hal seperti ini sangat penting karena setiap hari digunakan oleh anak-anak dan guru," ujarnya.
Dengan cakupan yang lebih luas, Pemprov Sumbar kini memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan data sekolah penerima akurat dan proses penyaluran bantuan tepat sasaran. Perluasan ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerataan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedalaman di Sumbar.