Pencarian

228 Siswa Madrasah dan Santri Pondok asal Sumbar Ikut Jambore Nasional di Cibubur, Dilepas di Padang Panjang

Selasa, 11 Agustus 2026 • 14:19:31 WIB
228 Siswa Madrasah dan Santri Pondok asal Sumbar Ikut Jambore Nasional di Cibubur, Dilepas di Padang Panjang
siswa madrasah dan santri pondok pesantren asal Sumatera Barat mengikuti pelepasan kontingen Jambore Nasional XII di Balai Kota Padang Panjang, Senin (10/8/2026).

PADANG PANJANG — Sebanyak 228 siswa madrasah dan santri pondok pesantren dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi bagian dari kontingen yang akan berlaga di Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka 2026. Mereka tergabung dalam rombongan Kwarda 03 Sumbar yang total berjumlah 624 orang.

Pelepasan kontingen berlangsung di Balai Kota Padang Panjang, Senin (10/8/2026) kemarin. Ketua Kwarda 03 Sumbar Audy Joinaldy secara resmi memberangkatkan para peserta yang akan bertolak ke Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jawa Barat.

Rangkaian Jamnas XII dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026. Para peserta dari madrasah dan pesantren berasal dari gugus depan yang berpangkalan di berbagai satuan pendidikan keagamaan di Sumbar.

Kemenag Sumbar Sebut Keterlibatan 228 Peserta Bukti Ekstrakurikuler Pramuka Berkembang

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar Mustafa menilai jumlah 228 peserta dari pendidikan keagamaan merupakan angka yang cukup besar. Menurutnya, hal ini menunjukkan kegiatan kepramukaan di lingkungan madrasah dan pondok pesantren terus tumbuh.

"Untuk Jamnas kali ini, siswa madrasah dan pondok pesantren dari berbagai Kwarcab ikut ambil bagian. Totalnya 228 peserta dan ini jumlah yang cukup besar," ujar Mustafa dalam keterangannya.

Mustafa menyebut perkembangan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kemenag Sumbar bersama jajaran pendidikan madrasah dan pendidikan keagamaan terus mendorong kegiatan ekstrakurikuler tersebut, termasuk melalui Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Tangusli dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkins) Joben.

Pramuka Jadi Benteng Pelajar dari Dampak Negatif Kemajuan Zaman

Mustafa menegaskan pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan di luar pembelajaran. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian.

"Kita sangat khawatir dengan berbagai kejadian yang menimpa anak-anak remaja saat ini. Pergaulan dan pengaruh media juga menjadi perhatian kita," katanya.

Menurut Mustafa, penguatan kegiatan positif bagi remaja semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan pergaulan. Ia berharap pengalaman mengikuti Jamnas dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.

"Dengan adanya pramuka, kami yakin ini menjadi salah satu sarana agar anak-anak kita terhindar dari berbagai dampak negatif kemajuan zaman," ujarnya.

Dukungan Orang Tua dan Pembina Jadi Kunci Kelancaran Kontingen

Mustafa juga mengapresiasi dukungan orang tua, pimpinan madrasah, pimpinan pondok pesantren, serta para pembina yang mendampingi peserta. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Jamnas dengan baik dan membawa nama baik Sumbar.

Pelepasan kontingen turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, serta jajaran terkait lainnya. Kontingen Sumbar selanjutnya bertolak menuju Cibubur untuk mengikuti rangkaian Jamnas XII.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.sigapnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks