PADANG — BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan tinggi gelombang hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa titik perairan Sumatera Barat dalam periode empat hari ke depan, 25–28 Agustus 2026. Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, diminta tidak memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan.
Prakiraan yang dirilis pada 24 Agustus 2026 ini mencakup potensi cuaca buruk berupa hujan petir di sebagian wilayah perairan. Kecepatan angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 2–13 knot sepanjang periode tersebut.
Wilayah dengan Potensi Gelombang Tertinggi
Berdasarkan data BMKG, potensi gelombang mencapai 2,5 meter tersebar di beberapa lokasi. Pada 25–26 Agustus, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Perairan Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Pesisir Selatan, serta perairan timur Pagai, Siberut, dan Sipora.
Memasuki 26–27 Agustus, potensi gelombang tinggi masih bertahan di Perairan Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan perairan timur Pagai, Siberut, dan Sipora. Kondisi serupa diprakirakan kembali terjadi pada 27–28 Agustus dengan tambahan wilayah Pesisir Selatan.
Cuaca Hujan Petir di Perairan Agam-Pasaman Barat
Untuk periode 25 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 26 Agustus pukul 06.00 WIB, cuaca umumnya cerah berawan hingga hujan petir. Potensi hujan petir diperkirakan terjadi di wilayah perairan Agam-Pasaman Barat, sementara hujan ringan berpotensi mengguyur Perairan Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang-Padang Pariaman, serta Pesisir Selatan.
Pada 26–27 Agustus, cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan dengan angin bertiup dari tenggara hingga timur dengan kecepatan 2–12 knot. Kondisi gelombang secara umum berada pada kategori rendah hingga sedang.
Waktu Pasang dan Surut yang Perlu Diperhatikan Nelayan
BMKG juga mencatat waktu pasang pada 25 Agustus 2026 terjadi sekitar pukul 02.00–06.00 WIB dan 15.00–19.00 WIB. Adapun waktu surut diprakirakan terjadi sekitar pukul 10.00–13.00 WIB dan 20.00–00.00 WIB.
Nelayan yang hendak melaut sebaiknya menyesuaikan jadwal dengan kondisi pasang surut ini. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan kecil juga perlu memperhitungkan waktu tersebut agar tidak terganggu gelombang.
Imbauan Keselamatan dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi perairan melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut. Pembaruan informasi dapat diakses melalui situs web resmi maupun aplikasi infoBMKG.
Nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil disarankan tidak memaksakan diri melaut apabila peringatan gelombang tinggi masih berlaku. Pengguna jasa transportasi laut antarpulau juga diminta memeriksa jadwal keberangkatan dan kondisi cuaca terkini sebelum berangkat.