SUMATERA BARAT — Gempa yang mengguncang NTT beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga. Rumah-rumah rusak, aktivitas ekonomi lumpuh, dan akses komunikasi sempat terputus. Di tengah situasi sulit itu, TelkomGroup hadir dengan paket bantuan yang difokuskan pada kebutuhan dasar warga, bukan sekadar janji.
Bantuan untuk Kebutuhan Mendesak Warga
Bantuan senilai Rp 1,3 miliar tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan logistik, hunian sementara, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan di lapangan agar tepat sasaran.
Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Abdul Aziz, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen mendampingi warga tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga pada fase pemulihan. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kami di NTT," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/12).
Selain bantuan fisik, TelkomGroup juga menerjunkan tim relawan untuk membantu percepatan penanganan di lokasi pengungsian. Tim ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Konektivitas Jadi Prioritas Pemulihan
Di luar bantuan kemanusiaan, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi fokus utama Telkom. Sempat terjadi gangguan layanan di sejumlah titik akibat kerusakan infrastruktur, namun tim teknis berhasil memulihkan sebagian besar jaringan dalam waktu kurang dari 48 jam.
Telkom menyiagakan layanan telepon umum satelit (TUS) dan WiFi gratis di lokasi pengungsian untuk memudahkan warga berkomunikasi dengan keluarga. Langkah ini dinilai krusial karena akses informasi menjadi kebutuhan vital saat bencana.
Perusahaan juga memberikan keringanan berupa paket internet gratis selama satu bulan bagi pelanggan di wilayah terdampak. Kebijakan ini berlaku untuk layanan IndiHome dan Telkomsel pascabayar di area yang masuk daftar bencana.
Komitmen Jangka Panjang TelkomGroup
Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang berkelanjutan. Sepanjang tahun ini, Telkom telah menyalurkan bantuan untuk sejumlah bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari banjir di Kalimantan hingga gempa di Jawa Barat.
Ke depan, Telkom berencana membangun infrastruktur telekomunikasi yang lebih tahan bencana, termasuk penempatan base transceiver station (BTS) di lokasi yang lebih aman. Langkah ini sebagai bentuk evaluasi atas kejadian gempa yang merusak sejumlah menara pemancar.
Bagi warga NTT, pemulihan pascagempa memang tidak instan. Namun kehadiran bantuan dan dukungan konektivitas dari TelkomGroup setidaknya memberi ruang napas bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.