SUMATERA BARAT — Aston Villa tidak memberi masa adaptasi berlebih kepada Zion Suzuki. Sosok asal Jepang itu langsung diposisikan sebagai kiper utama setelah Emi Martinez cabut ke Chelsea. Langkah ini sekaligus membuktikan kepercayaan manajemen terhadap pemain yang dibeli dari Parma dengan nilai fantastis.
Perjalanan Suzuki di Inggris dimulai dari pekan kedua Liga Inggris, Selasa (1/9). Ia dipercaya mengawal gawang saat Villa bertandang ke markas Arsenal. Hasil akhir memang tidak ideal, skor 0-1 untuk tuan rumah, namun performa Suzuki menjadi salah satu sisi paling positif dari laga tersebut.
Debut Kalah, Suzuki Justru Tampil Tangguh
Gol tunggal Arsenal lahir dari aksi Saka. Saka melakukan sontekan di depan gawang dan kali itu Suzuki tidak berkutik. Namun di luar momen tersebut, penjaga gawang berpaspor Jepang itu memberikan perlawanan sengit terhadap setiap serangan tuan rumah.
Sejumlah penyelamatan penting tercipta di laga tersebut. Tangan pertama Suzuki menebar ancaman bagi para penyerang Arsenal saat laga berjalan ketat:
- Menepis sundulan jarak dekat Declan Rice yang nyaris membawa Arsenal menggandakan keunggulan.
- Mampu memblok sepakan Havertz dalam situasi satu lawan satu. Hanya saja, gol tersebut kemudian tidak dihitung karena Havertz sudah lebih dulu terjebak offside.
Pada laga ini, akurasi umpan sukses Suzuki tercatat di angka 68 persen. Catatan itu menunjukkan distribusi bola dari kaki kiper asal Jepang juga berperan memulai serangan Villa, bukan sekadar mengamankan kemasukan.
Sejarah Itu Tercatat, Perjalanan Masih Panjang
Terlepas dari hasil yang didapat, penampilan Suzuki melawan Arsenal resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Ia kini menjadi kiper pertama asal Jepang yang berlaga di Premier League. Sebelumnya, banyak pemain Jepang sukses menghuni lini tengah maupun depan di kompetisi Inggris, tetapi posisi penjaga gawang belum pernah terisi.
Pada usia 24 tahun, Suzuki membawa ekspektasi besar di pundaknya. Parma dan Aston Villa percaya publik Inggris akan melihat kemampuan terbaiknya, terutama usai diganjar banderol selangit yang menempatkannya sebagai penerus Martinez di bawah mistar Villa.
Jalannya di Inggris masih sangat awal. Namun jika penampilan debutnya melawan Arsenal menjadi tolok ukur, Suzuki tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan bahwa sejarah tidak berhenti hanya karena dirinya tampil perdana. Dukungan dari lini belakang Villa dan konsistensi penampilan menjadi kunci untuk menjawab apakah ia akan tampil sehebat nama-nama kiper top Premier League lainnya.