PADANG — Kualitas udara di Sumatera Barat kian memburuk akibat kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Riau. Empat wilayah yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga itu tercatat masuk kategori tidak sehat, sementara Dinas Pendidikan Sumbar masih mempertimbangkan opsi belajar dari rumah bagi pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, mengatakan pihaknya masih mengkaji usulan pembelajaran daring yang sebelumnya disampaikan salah satu Wakil Ketua DPRD Sumbar. Usulan itu muncul seiring anjuran bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara.
“Kita masih memantau kondisi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Nanti diputuskan,” kata Habibul, Senin (8/9/2026).
Empat Daerah Berbatasan Riau Paling Terdampak
Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, menyebut pemantauan pada Selasa (8/9/2026) menunjukkan sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Riau mengalami kualitas udara sedang hingga cenderung tidak sehat.
“Pangkalan, Harau atau Limapuluh Kota relatif antara sedang sampai tidak sehat. Lalu Dharmasraya, karena berbatasan dengan Riau,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, wilayah Sijunjung dan Solok Selatan juga berbatasan dengan daerah terdampak karhutla. “Kalau yang berbatasan itu Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung, Solsel. Itu berbatasan dengan wilayah karhutla. Jadi wilayah kita yang berbatasan dengan Riau itu kelihatannya lebih ke arah tidak sehat,” jelasnya.
Konsentrasi PM2,5 di Limapuluh Kota Mendekati Ambang Tidak Sehat
Berdasarkan pemantauan stasiun GAW, konsentrasi partikel halus PM2,5 di Limapuluh Kota berada pada kisaran 41,5 hingga 48 mikrogram per meter kubik. Angka itu masih masuk kategori sedang, tetapi tergolong cukup tinggi.
Standar kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 menetapkan kategori baik pada rentang 0-15 mikrogram per meter kubik. Kategori sedang berada pada 15-55,4 mikrogram per meter kubik, sedangkan kategori tidak sehat jika berada di atas 55,5 mikrogram per meter kubik.
Padang Masih Aman, tapi Waspada Siang hingga Malam
Kondisi berbeda terjadi di wilayah pesisir barat Sumbar. Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan secara umum masih berada dalam kategori sedang, bahkan cenderung baik pada pagi hari.
“Pesisir Selatan lebih mirip Padang. Karena dia berada di barat pantai,” kata Sugeng.
Meski demikian, kualitas udara di Kota Padang dapat berubah menjadi sedang hingga tidak sehat pada waktu-waktu tertentu, terutama saat memasuki siang hingga malam hari. “Untuk hari ini Kota Padang hampir seluruh kecamatan kategori sedang. Pantauan kami dari pukul 00.00 WIB sampai jam 23.00 WIB nanti,” ujarnya.
Dharmasraya Justru Memburuk pada Pagi dan Malam Hari
Pola sebaliknya terjadi di Dharmasraya. Kualitas udara di wilayah tersebut cenderung lebih buruk pada pagi hari dan kembali tidak sehat pada sore hingga malam.
“Dari dini hari tadi sampai pukul 10.00 WIB tidak sehat. Setelah siang matahari naik, kondisinya membaik. Namun sore hingga malam kembali tidak sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Habibul menyebut pihaknya untuk saat ini meminta seluruh sekolah mengikuti anjuran dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar terkait langkah menghadapi kondisi kabut asap. “Untuk imbauan sudah ada edaran gubernur,” ujarnya.