SUMATERA BARAT — Four Hands, Two Sonatas sendiri menyorot kehidupan siswa di sekolah seni elite lewat ambisi, persaingan, dan tekanan prestasi. Ceritanya tidak cuma soal kemampuan bermusik, tapi juga kegelisahan saat harus bersaing dengan teman-teman penuh talenta. Atmosfer coming-of-age semacam itu yang membuat lima drama berikut terasa relevan untuk ditonton berurutan.
1. Do You Like Brahms? (2020)
Pemain: Park Eun-bin, Kim Min-jae, Kim Sung-cheol, Park Ji-hyun
Chae Song-ah (Park Eun-bin) memulai jurusan biola setelah sebelumnya menempuh pendidikan di bidang lain. Sebagai mahasiswa yang terlambat masuk dunia musik, ia kerap minder dan mempertanyakan kemampuannya bertahan di lingkungan klasik yang kompetitif. Ia lalu bertemu Park Joon-young (Kim Min-jae), pianis juara Kompetisi Piano Chopin yang di balik karier gemilangnya justru kehilangan gairah bermusik.
Kemiripan emosional dengan Four Hands, Two Sonatas terletak pada insecurity di tengah lingkungan penuh talenta dan tekanan ekspektasi. Bedanya, Do You Like Brahms? mengambil latar universitas dan pelatihan musik profesional, bukan sekolah menengah atas seni elite.
2. Dream High (2011)
Pemain: Bae Suzy, Kim Soo-hyun, Ok Taec-yeon, Ham Eun-jung, Jang Woo-young, IU
Berlatar di Kirin Art High School, Dream High mengikuti siswa-siswa berbakat yang bercita-cita jadi penyanyi dan idol K-pop. Go Hye-mi (Suzy) awalnya ingin jadi penyanyi klasik setelah lulus dari Juilliard, tetapi keadaan memaksanya masuk Kirin Art High School demi melunasi utang ayahnya. Di sana ia bertemu Song Sam-dong (Kim Soo-hyun), pemuda desa dengan bakat musik alami.
Persaingan audisi, latihan, persahabatan, konflik antarsiswa, dan romansa remaja jadi inti ceritanya. Fokusnya memang musik pop dan industri idol, bukan klasik, tapi atmosfer sekolah seni dan perjuangan membuktikan kemampuan diri membuatnya dekat dengan Four Hands, Two Sonatas.
3. Beethoven Virus (2008)
Pemain: Kim Myung-min, Lee Ji-ah, Jang Geun-suk
Kang Gun-woo alias Kang Mae (Kim Myung-min) adalah konduktor maestro perfeksionis yang keras dan sulit ditoleransi. Ia ditugaskan menangani orkestra lokal berisi musisi amatir dan orang-orang yang sebelumnya gagal mengejar karier musik profesional. Di antaranya ada Du Ru-mi (Lee Ji-ah), pemain biola yang kehilangan keyakinan pada impiannya, dan Kang Gun-woo (Jang Geun-suk), polisi muda berbakat musik.
Drama ini tidak berlatar sekolah seperti Four Hands, Two Sonatas, tetapi daya tariknya serupa lewat hubungan mentor dan murid serta perjuangan membangun orkestra dari nol.
4. Cheer Up (2022)
Pemain: Han Ji-hyun, Bae In-hyuk, Kim Hyun-jin, Jang Gyu-ri
Cheer Up mengangkat kehidupan mahasiswa di kampus seni yang bergabung dengan klub cheerleading kampus. Kompetisi antaranggota, tekanan untuk tampil sempurna, dan dinamika persahabatan jadi warna utama ceritanya. Meski bukan soal musik klasik, semangat kompetisi di lingkungan seni dan pertunjukan membuatnya masuk daftar tontonan pendamping Four Hands, Two Sonatas.
5. At a Distance, Spring Is Green (2021)
Pemain: Park Ji-hoon, Kang Min-ah, Bae In-hyuk
Berlatar di kampus, drama ini menyorot mahasiswa dari berbagai latar belakang yang bertemu di lingkungan akademik penuh tekanan. Isu ambisi, kegagalan, dan pencarian jati diri jadi tema sentral. Atmosfer coming-of-age-nya sejalan dengan Four Hands, Two Sonatas, walau bidang seni yang diangkat bukan musik klasik secara spesifik.
Kenapa Drama Sekolah Seni Selalu Menarik
Lingkungan pendidikan seni memberi ruang konflik yang kaya: latihan intensif, audisi, persaingan antarsiswa, hingga hubungan personal yang rumit. Tekanan untuk tampil sempurna sering membuat karakter harus berhadapan dengan keraguan terhadap kemampuan sendiri. Pola inilah yang membuat drama bertema sekolah seni terus diproduksi dan dicari penonton Indonesia di platform streaming.
Bagi yang menunggu kelanjutan cerita Four Hands, Two Sonatas, lima judul di atas bisa jadi penutup jeda tayang. Semuanya sudah tersedia di layanan streaming regional dan cocok ditonton marathon saat akhir pekan.