Pencarian

Kualitas Udara di Simpang Empat Pasaman Barat Tidak Sehat, DLH Catat PM2,5 Jadi Pemicu Utama

Rabu, 16 September 2026 • 07:56:31 WIB
Kualitas Udara di Simpang Empat Pasaman Barat Tidak Sehat, DLH Catat PM2,5 Jadi Pemicu Utama
Petugas DLH Pasaman Barat melakukan pengujian kualitas udara di depan Kantor Bupati Pasaman Barat.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat menyatakan kualitas udara di Simpang Empat masuk kategori tidak sehat berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Pengujian pada 10-11 September 2026 itu menemukan parameter PM2,5 sebagai polutan dominan akibat kabut asap yang melanda daerah tersebut.

SIMPANG EMPAT — Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Afkar, menyebut pengujian dilakukan di depan Kantor Bupati Pasaman Barat. Dari tiga parameter yang diuji, hanya PM2,5 yang berada dalam kondisi tidak sehat.

Dua parameter lain, sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2), tercatat dalam kondisi baik. Namun PM2,5 atau partikel udara berukuran sangat kecil menjadi penentu status Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah itu.

"Berdasarkan parameter PM2,5 atau partikel udara yang berukuran sangat kecil maka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tidak sehat," kata Afkar di Simpang Empat, Selasa.

Mengapa PM2,5 Jadi Penentu Status Udara Tidak Sehat

PM2,5 adalah partikel berukuran sangat kecil yang bisa masuk jauh ke saluran pernapasan. Dalam pengujian 10-11 September 2026, parameter inilah yang angkanya melampaui ambang batas sehat.

SO2 merupakan gas tak berwarna dengan bau menyengat, sedangkan NO2 adalah gas beracun berwarna coklat kemerahan dengan bau tajam. Keduanya lazim jadi polutan udara akibat pembakaran bahan bakar fosil.

"Dengan parameter dominan PM2,5 maka kualitas udara tidak sehat," ujar dia.

Imbauan Larangan Membakar Lahan dan Hutan

DLH Pasaman Barat telah memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan. Langkah itu diambil supaya kualitas udara tidak semakin memburuk.

Dinas Kesehatan bersama Palang Merah Indonesia Pasaman Barat juga membagikan masker kepada warga. Pembagian masker menyasar masyarakat yang terdampak kabut asap di Simpang Empat dan sekitarnya.

"Pemkab Pasaman Barat juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan serta pemicu kebakaran lainnya," sebutnya.

Kabut Asap Masih Selimuti Pasaman Barat

Kabut asap yang melanda Pasaman Barat menjadi pemicu utama memburuknya kualitas udara. DLH mencatat kondisi ini berdasarkan pengujian laboratorium kesehatan provinsi, bukan sekadar pengamatan visual.

Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan selama kualitas udara belum kembali normal. Masker yang dibagikan diharapkan menekan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pemkab Pasaman Barat menegaskan akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Pembakaran lahan dan hutan menjadi perhatian utama karena berkontribusi langsung terhadap tingginya kadar PM2,5 di udara.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks