PADANG — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuadi, memastikan tidak ada pelaksanaan CFD di Kota Padang pada Minggu, 20 September 2026. Penghentian sementara ini melanjutkan pemberitahuan sebelumnya yang belum dicabut karena kualitas udara belum kembali normal.
"Untuk tanggal 20 September 2026, hari Minggu ini, pelaksanaan CFD masih kita hentikan. Jadi tidak ada pelaksanaan CFD," kata Tasliatul di Padang, Sabtu 19 September 2026.
Partikulat PM2,5 dan PM10 di Atas Angka 100
Hasil pemantauan kualitas udara di Kota Padang dan Padang Pariaman sejak beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi yang masih tidak sehat. Pada beberapa hari, kondisi bahkan cenderung masuk kategori berbahaya.
Indikator partikulat udara PM2,5 dan PM10 masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hingga kemarin, konsentrasi kedua parameter tersebut dilaporkan berada di atas angka 100.
Kondisi itu menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah untuk belum mencabut pemberitahuan penghentian sementara CFD di Kota Padang. Pemerintah masih menunggu perbaikan kualitas udara sebelum kegiatan tersebut kembali dilaksanakan.
Warga Diminta Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
Tasliatul mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan kesehatan. Salah satu risiko yang dia soroti adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
"Saya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan kesehatan. Termasuk infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat bersabar serta mendoakan agar kabut asap segera berlalu. Kebakaran hutan di wilayah Sumatera Barat maupun daerah tetangga diharapkan dapat segera teratasi sehingga kondisi kualitas udara kembali normal.
CFD Padang Kembali Ditiadakan, Warga Menunggu Kabut Asap Berlalu
Penghentian CFD di Kota Padang menjadi penanda bahwa kabut asap masih menjadi persoalan serius di Sumatera Barat. Kegiatan rutin akhir pekan yang biasanya memicu keramaian di ruang terbuka itu belum bisa digelar sampai udara dinyatakan aman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum menyebut kapan CFD akan kembali dibuka. Semua bergantung pada hasil pemantauan kualitas udara berikutnya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.