DHARMASRAYA — Harga TBS sawit di Dharmasraya masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Dinas Pertanian setempat per 18 Juni 2026, harga tertinggi tembus Rp3.684 per kilogram, sementara harga terendah di level Rp3.270 per kilogram.
Untuk kategori petani mitra, PT AWB (harga Disbun) menjadi perusahaan dengan harga pembelian tertinggi, yakni Rp3.684 per kilogram. Angka ini jauh di atas perusahaan lain seperti PT HKI dan PT DL yang sama-sama membeli di harga Rp3.370 per kilogram, serta PT SMP sebesar Rp3.335 per kilogram.
Sementara itu, harga terendah untuk petani mitra tercatat di PT DSL yang membeli TBS sebesar Rp3.270 per kilogram.
Untuk komoditas sawit brondolan, PT DSL menetapkan harga pembelian Rp3.950 per kilogram. Angka ini masih tergolong tinggi dan memberikan alternatif bagi petani yang menjual dalam bentuk brondolan.
Pada kategori petani nonmitra, harga tertinggi tercatat di PT HKI dan PT DL yang sama-sama membeli TBS Rp3.370 per kilogram. Disusul PT SMP Rp3.335 per kilogram, serta PT Sak Timpeh dan PT Incasi Pangian masing-masing Rp3.310 per kilogram.
Dinas Pertanian Dharmasraya mencatat seluruh dari delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi telah melaporkan harga pembelian pada hari yang sama. Namun, dua PKS tercatat tidak menerima buah masyarakat pada periode pemantauan tersebut.
Pemerintah daerah terus melakukan monitoring harga secara rutin. Langkah ini untuk memastikan transparansi harga dan memberikan informasi terkini kepada petani dalam menentukan tujuan penjualan hasil panennya.
Harga tertinggi untuk petani mitra tercatat di PT AWB sebesar Rp3.684 per kilogram. Stabilitas harga di atas Rp3.200 per kilogram dinilai mampu menjaga pendapatan petani di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan global.