Pencarian

HNW Apresiasi Perdamaian AS-Iran, Desak Fokus Global Kembali ke Gaza dan Palestina

Jumat, 19 Juni 2026 • 15:30:01 WIB
HNW Apresiasi Perdamaian AS-Iran, Desak Fokus Global Kembali ke Gaza dan Palestina
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid apresiasi perjanjian damai AS-Iran yang difasilitasi Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi.

SUMATERA BARAT — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (HNW) memberikan dukungan terhadap perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan itu diprakarsai oleh Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi, serta ditandatangani secara terbuka oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Kita tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar dan Arab Saudi yang efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani," ujar HNW dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026). Ia menekankan agar seluruh pihak menjalankan tahapan perjanjian secara konsisten, meskipun ada upaya dari Israel yang dinilai terus berusaha menggagalkannya dengan manuver militer di Lebanon.

Manuver Israel dan Urgensi Stabilitas Kawasan

HNW mengingatkan bahwa Israel masih terus melakukan serangan ke Lebanon, yang dinilainya sebagai bentuk sabotase terhadap kesepakatan damai tersebut. Menurutnya, hal ini harus diwaspadai agar dunia terhindar dari krisis yang lebih luas, termasuk ancaman perang dunia ketiga dan dampak ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz.

"Sikap Amerika Serikat juga sangat baik bila tidak hanya mengkritisi laku Israel tersebut, tapi benar-benar menghentikannya untuk tercapainya perdamaian dan terhindarkannya dunia termasuk AS dari krisis politik dan ekonomi," kata HNW.

Dampak Ekonomi dan Harapan Pemulihan Selat Hormuz

Politisi senior itu berharap perjanjian ini dapat mengakhiri perang dan memulihkan perekonomian global, termasuk Indonesia. Salah satu dampak langsung yang dinantikan adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, yang diyakini dapat menurunkan harga minyak dunia.

"Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, penting juga bisa segera menurunkan harga minyak dunia yang sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia," tegasnya.

Gaza dan Palestina Harus Kembali Jadi Fokus Utama

Meskipun perjanjian damai AS-Iran tidak menyebut secara spesifik soal Gaza dan Palestina, HNW mendesak agar dunia tidak melupakan tragedi kemanusiaan di wilayah tersebut. Ia menilai Israel justru memanfaatkan pengalihan perhatian global akibat konflik AS-Iran untuk tidak menjalankan gencatan senjata dan memperluas agresi ke Tepi Barat serta Masjid Al Aqsha.

"Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang hentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera bisa diwujudkan juga," ujarnya.

HNW menambahkan, Israel semakin brutal melakukan kejahatan di Gaza dan memperluas aksinya. Oleh karena itu, ia mendorong agar dunia kembali menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai titik sentral perhatian.

Peran Indonesia dan Desakan untuk AS

HNW berharap Pemerintah Indonesia terus memainkan peran aktif dalam politik luar negeri untuk mewujudkan perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina. Ia juga mendesak agar AS tidak lagi menggunakan hak vetonya untuk membela Israel di forum internasional.

"Maka bila Israel tetap saja bersikap yang tidak sesuai dengan perjanjian perdamaian dengan terus melancarkan serangan militer... agar khususnya AS tak lagi mempergunakan hak vetonya membela Israel, agar hukum internasional yang terus ditabrak oleh Israel dapat ditegakkan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks