PLN Jadikan Bali Laboratorium Smart Grid Nasional, Targetkan Integrasi 500 MW PLTS Atap

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 17:18:31 WIB
Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri meninjau Distribution Control Center di Bali sebagai pusat operasional smart grid.

SUMATERA BARAT — Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, mengungkapkan bahwa Bali memiliki karakteristik jaringan kelistrikan yang ideal untuk uji coba sistem distribusi berbasis digital. Dalam kunjungan kerjanya ke PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, ia menekankan bahwa transformasi ini bukan sekadar memasang teknologi baru.

"Transformasi distribusi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membangun sistem kelistrikan yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Arsyadany dalam agenda bertajuk Inspiring and Aligning Visi Direktorat Distribusi: Smart, Resilient, Green.

Bali dinilai memiliki infrastruktur yang mendukung dan potensi besar dalam pemanfaatan energi bersih. Kondisi ini menjadikan pulau tersebut lokasi yang tepat untuk menguji integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional.

DERMS: Otak Pengelolaan Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik

Salah satu teknologi yang diuji adalah Distributed Energy Resource Management System (DERMS). Platform digital ini mampu mengelola berbagai sumber energi yang terhubung ke jaringan distribusi, mulai dari PLTS atap, sistem penyimpanan energi (battery energy storage), hingga kendaraan listrik.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menjelaskan bahwa semakin banyak sumber energi baru yang terhubung, semakin kompleks pengelolaannya. "Melalui DERMS, PLN dapat memantau kondisi jaringan secara real time, menjaga keseimbangan pasokan dan beban, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan tanpa mengurangi keandalan sistem," jelas Petrus.

Dalam kunjungan tersebut, Arsyadany meninjau langsung Distribution Control Center (DCC) milik PLN UP2D Bali dan implementasi sistem komunikasi LTE 450 MHz. Kedua infrastruktur ini menjadi tulang punggung operasional smart grid di Pulau Dewata.

Dampak Langsung untuk Masyarakat Bali

Bagi pelanggan, transformasi ini diharapkan menghadirkan pasokan listrik yang lebih stabil. Sistem cerdas memungkinkan deteksi dini potensi gangguan sehingga keputusan operasional bisa dilakukan lebih cepat. Alhasil, pemulihan gangguan pun menjadi lebih responsif dan kualitas tegangan listrik semakin baik.

Petrus menambahkan, penggunaan DERMS juga meningkatkan kemampuan PLN dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi bersih tanpa mengorbankan keandalan sistem. "Kami ingin menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, responsif, efisien, sekaligus siap mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik di Bali," katanya.

Rencana ke Depan: Menuju Virtual Power Plant

Ke depan, PLN menyiapkan Bali sebagai lokasi pengembangan Virtual Power Plant (VPP). Kehadiran DERMS akan menjadi fondasi utama dalam mengintegrasikan berbagai sumber energi secara lebih fleksibel dan efisien. Melalui konsep Smart, Resilient, Green, PLN berharap pilot project di Bali bisa menjadi model yang direplikasi di seluruh Indonesia untuk mendukung target transisi energi menuju Net Zero Emissions.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: updatebali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top