BI Sumbar Catat DPK Tumbuh Positif di 18 Kabupaten/Kota pada Triwulan II 2026, Padang Kuasai 50,72 Persen

Penulis: Fadhli Usman  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:16:01 WIB
Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menyampaikan Laporan Perekonomian Sumbar periode Agustus 2026 di Padang, Jumat.

PADANG — Nominal DPK Kota Padang pada triwulan II 2026 mencapai Rp31,62 triliun. Pertumbuhannya terakselerasi menjadi 12,22 persen, naik dari triwulan I yang sebesar 5,74 persen.

“Capaian ini mencerminkan terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan serta aktivitas penghimpunan dana yang terus berlangsung di sebagian besar wilayah Sumbar,” kata Mohamad Abdul Majid Ikram di Padang, Jumat, dalam Laporan Perekonomian Sumbar periode Agustus 2026.

Kepulauan Mentawai Pimpin Akselerasi DPK

Akselerasi pertumbuhan DPK tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar 52,07 persen. Disusul Kabupaten Pasaman Barat 37,70 persen, Kota Sawahlunto 31,53 persen, dan Kabupaten Solok Selatan 30,93 persen.

Di sisi lain, Kabupaten Pasaman menjadi satu-satunya daerah yang mengalami penurunan DPK. Kontraksinya sebesar 9,08 persen.

Pertanian hingga Gaji ke-13 Menopang Penghimpunan Dana

Ikram menjelaskan pertumbuhan DPK di Sumbar ditopang membaiknya penghasilan rumah tangga dan korporasi. Sektor yang berkontribusi terutama pertanian, perkebunan, dan konstruksi.

Peningkatan belanja pemerintah pada triwulan II 2026 turut mendukung penghimpunan dana pihak ketiga. Belanja itu antara lain melalui penyaluran gaji ke-13, bantuan sosial, dan belanja modal.

Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, hanya Pasaman yang membukukan kontraksi. Selebihnya tumbuh positif meski dengan laju yang berbeda-beda antarwilayah.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top