Pencarian

Pakar Pangan UNAND: Daging Beku 1-2 Bulan Masih Aman Dikonsumsi, Asal Suhu Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 • 14:49:01 WIB
Pakar Pangan UNAND: Daging Beku 1-2 Bulan Masih Aman Dikonsumsi, Asal Suhu Terjaga
Prof Novelina dari UNAND menyatakan daging beku 1-2 bulan aman dikonsumsi jika suhu freezer di bawah nol derajat Celsius.

PADANGMasyarakat yang menerima daging kurban tidak perlu khawatir jika menyimpannya dalam waktu cukup lama di dalam freezer. Pakar Ilmu Teknologi Pangan Universitas Andalas (UNAND), Prof Novelina, menegaskan daging beku yang disimpan satu hingga dua bulan masih layak dikonsumsi.

Syarat Utama: Suhu Stabil di Bawah Nol Derajat

"Ya sebulan atau dua bulan mungkin bisa, tergantung kondisi dagingnya di awal terutama kebersihannya," kata Prof Novelina di Padang, Jumat.

Ia menjelaskan, kunci keamanan daging beku terletak pada kestabilan suhu. Selama freezer berada di bawah nol derajat Celsius dan daging tetap dalam kondisi beku sebelum dimasak, risiko keracunan dapat ditekan.

Bahaya Jika Abai Suhu Penyimpanan

Menurut Prof Novelina, banyak masyarakat yang menyimpan daging kurban dalam waktu lama tanpa memantau suhu ruang penyimpanan. Jika suhu tidak terjaga, mikroba dapat berkembang dan menghasilkan metabolit beracun di dalam daging.

"Jadi, selama disimpan dalam kondisi beku dan suhunya di bawah nol derajat celsius maka daging tersebut aman untuk dikonsumsi," ujar dia.

Jeroan Wajib Direbus Sebelum Dibekukan

Berbeda dengan daging, Prof Novelina memberikan saran khusus untuk jeroan seperti usus dan limpa. Sebelum dimasukkan ke freezer, jeroan sebaiknya direbus terlebih dahulu.

"Direbus dulu, paling tidak sudah mematikan mikroba karena jeroan itu kan rentan mikrobanya," saran Prof Novelina.

Langkah ini penting untuk mencegah bakteri menyebar ke bahan pangan lain selama proses penyimpanan.

Patogen di Daging: Ancaman Muntah hingga Gangguan Saraf

Prof Novelina mengingatkan bahwa patogen yang terdapat pada daging yang tidak higienis bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius. Mulai dari muntah-muntah, diare, pusing, hingga kehilangan kesadaran.

"Bahkan bisa mempengaruhi saraf-saraf manusia," kata dia.

Oleh karena itu, aspek kebersihan sejak penyembelihan hingga pengolahan menjadi faktor penentu keamanan pangan kurban.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks