Fitur perpesanan langsung di YouTube bukanlah barang baru dalam pengembangan platform, tapi baru sekarang perusahaan benar-benar merilisnya ke publik secara lebih luas. Dalam pengumuman resmi yang dikutip dari laman dukungan YouTube, tim pengembang menyebut bahwa solusi perpesanan dalam aplikasi adalah fitur yang paling banyak diminta oleh komunitas. Namun, implementasinya tidak serta-merta membuka kotak obrolan bebas seperti WhatsApp atau Telegram.
Bukan Sekadar Chat, Tapi Berbagi Video dengan Undangan
Untuk memulai percakapan, pengguna harus membagikan tautan undangan melalui aplikasi perpesanan lain terlebih dahulu. Penerima undangan kemudian memiliki opsi untuk menyetujui atau menolak pesan tersebut. Artinya, fitur ini tidak langsung aktif begitu aplikasi diperbarui.
Saat ini, DM YouTube hanya tersedia di aplikasi mobile dan khusus untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas yang sudah memiliki kanal YouTube. Jika Anda menggunakan akun merek (brand account), fitur ini belum bisa diakses sama sekali.
Hanya untuk Berbagi Video, Bukan Galeri Foto
Satu hal yang perlu dicatat: fitur ini dirancang khusus untuk berbagi video YouTube. Pengguna tidak bisa mengirim gambar, dokumen, atau jenis konten lain seperti di aplikasi perpesanan pada umumnya. YouTube juga menegaskan bahwa pesan-pesan ini tidak dienkripsi dan dapat ditinjau oleh tim platform untuk memastikan kepatuhan terhadap Pedoman Komunitas.
Bagi pengguna yang sudah mendapatkan akses, ikon pesan baru akan muncul di sudut kanan atas aplikasi. Namun, beberapa pengguna melaporkan bahwa mereka belum melihat ikon tersebut dan harus masuk melalui menu Notifikasi untuk menemukan bagian pesan yang baru.
Kapan Hadir di Indonesia? Belum Ada Kepastian
YouTube belum memberikan jadwal pasti kapan fitur ini akan menjangkau pengguna di Indonesia. Dalam pernyataannya, tim YouTube hanya mengatakan bahwa mereka bersemangat menerima umpan balik dari pasar baru dan berencana memperluas akses lebih lanjut dalam waktu dekat. “Kami bersemangat untuk menerima umpan balik pengguna di pasar baru dan berharap dapat memperluas lebih jauh lagi segera,” kata tim YouTube dalam pernyataan resmi kemarin.
Bagi pengguna Indonesia yang terbiasa berbagi tautan video lewat aplikasi chat, fitur ini mungkin terasa kurang revolusioner. Namun, bagi kreator yang ingin membangun komunitas lebih erat di dalam platform, langkah ini bisa menjadi awal dari ekosistem sosial yang lebih terintegrasi di YouTube.