SUMATERA BARAT — Gempa bumi tektonik berkekuatan M 6,7 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, menimbulkan kepanikan massal. Hingga Senin malam, sejumlah warga di beberapa titik, seperti di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Timur, masih bertahan di halaman rumah atau tenda darurat. Mereka enggan masuk ke dalam bangunan karena khawatir gempa susulan kembali terjadi.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer timur laut Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 15.42 WITA, dan getarannya terasa kuat selama beberapa detik. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa,” ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Palu dalam keterangan resmi.
Warga Trauma, Mengungsi Mandiri
Di kawasan Jalan Moh. Hatta dan sekitarnya, warga terlihat membawa kasur, tikar, dan perlengkapan tidur ke halaman rumah. Beberapa keluarga memilih tidur di dalam mobil. “Kami takut. Anak-anak masih menangis kalau mendengar suara gemuruh. Lebih aman di luar,” kata Rina, warga Kelurahan Lolu, saat ditemui di lokasi pengungsian mandiri.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan pendataan dan evakuasi di titik-titik yang terdampak.
Imbauan BMKG dan Antisipasi Bencana
BMKG mencatat telah terjadi beberapa kali gempa susulan dengan magnitudo kecil. Warga diminta tidak panik berlebihan, tetapi tetap waspada. Pemerintah daerah setempat telah mendirikan posko pengungsian sementara di beberapa titik, seperti di halaman kantor wali kota dan lapangan terbuka.
“Kami mengerahkan personel untuk membantu evakuasi dan pendirian tenda pengungsian. Stok logistik juga mulai disalurkan,” kata Kepala BPBD Kota Palu. Situasi di Kota Palu berangsur tenang, meski sebagian besar warga masih memilih bertahan di luar rumah hingga kondisi benar-benar aman.