TANAH DATAR — Kompetisi membaca dan memahami Al-Quran tingkat kabupaten itu akan mempertandingkan berbagai cabang lomba yang tersebar di 12 venue. Satu venue utama berada di Lapangan Sepak Bola Nagari Simabur, sementara 11 venue lainnya tersebar di enam nagari di Kecamatan Pariangan.
Camat Pariangan Miza Azis yang bertindak sebagai ketua panitia menyebutkan, MTQ tahun ini mengusung tema "MTQ Nasional sebagai Wahana Membumikan Al-Quran, Mempererat Ukhuwah Islamiyah dan Melahirkan Generasi Qurani yang Berprestasi".
Bupati Soroti Proses Penilaian dan Sportivitas
Bupati Eka Putra menegaskan bahwa MTQ harus menjadi contoh penyelenggaraan yang bersih. Ia meminta agar nilai peserta ditampilkan secara terbuka sehingga seluruh pihak dapat melihat hasil penilaian dengan jelas.
"Jangan ada sedikit pun kecurangan dalam pelaksanaannya supaya tidak timbul prasangka buruk dari para kafilah yang tampil," tegas Bupati dalam sambutannya, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang mencari kemenangan. Acara ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat Minangkabau yang dikenal religius.
Persiapan Peserta dan Dukungan Warga Nagari Simabur
Bupati mengingatkan para kafilah agar mempersiapkan diri dengan maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik selama perlombaan berlangsung. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Simabur yang telah menyediakan pemondokan bagi para peserta.
"Mari bersama-sama kita sukseskan dan syiarkan Al-Quran melalui MTQ ini," ajak Eka Putra.
Kecamatan Pariangan sendiri dikenal sebagai nagari tertua di Minangkabau yang memiliki nilai historis kuat. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis untuk menggelar event keagamaan berskala kabupaten yang melibatkan ribuan peserta dan official.
Cabang Lomba dan Jadwal Pelaksanaan
Selama lima hari penyelenggaraan, para kafilah akan berkompetisi di berbagai cabang tilawah, tahfiz, dan tafsir Al-Quran. Panitia menyebarkan venue di enam nagari untuk mendekatkan akses bagi peserta dan masyarakat yang ingin menyaksikan.
MTQ ke-43 tingkat Kabupaten Tanah Datar ini menjadi ajang seleksi untuk mencari kafilah terbaik yang akan mewakili daerah di tingkat provinsi Sumatera Barat pada tahun berikutnya.