SUMATERA BARAT — Head of Sales Training Department Vinfast Indonesia Rinaldi Ramdani mengungkapkan data tersebut di Jakarta, Rabu (1/7). "Dari bulan lalu sudah distribusi. SPK kalau dari nasional ... itu MPV 7 sudah 1.200-an, yang sudah distribusi 400," katanya. Model ini diperkenalkan pertama kali di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Dua Skema Harga dan Opsi Sewa Baterai Gratis Dua Tahun
MPV 7 hanya tersedia dalam satu varian, tetapi dengan dua opsi pembelian. Untuk versi yang menyertakan baterai, banderolnya Rp420 juta. Sementara itu, konsumen bisa memilih versi tanpa baterai seharga Rp345 juta, dengan skema langganan baterai bulanan.
Vinfast memberikan promo sewa baterai gratis selama dua tahun pertama. Setelah masa itu berakhir, pemilik akan dikenakan biaya Rp880 ribu per bulan untuk pemakaian di bawah 2.000 kilometer. Jika jarak tempuh bulanan melebihi angka tersebut, tarifnya naik menjadi Rp1,35 juta per bulan.
Harga Khusus Rp329 Juta untuk 2.000 Pemilik Pertama
Saat debut di IIMS 2026, Vinfast menawarkan harga spesial Rp329 juta bagi 2.000 pembeli paling awal. Kuota ini belum terpenuhi sepenuhnya. Rinaldi menyebut ada kemungkinan pihaknya memperpanjang program diskon tersebut saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung mulai 30 Juli 2026.
"Kemungkinan sih 2.000 kita akan tambah lagi nanti, perpanjang lagi programnya karena kan juga dekat sama GIIAS," ujarnya. Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia itu kerap dimanfaatkan agen pemegang merek untuk menggenjot penjualan lewat promosi.
Distribusi Bertahap dan Target Penjualan Nasional
Dari total 1.200 SPK yang masuk, baru sepertiganya yang berhasil dikirim ke konsumen. Artinya, masih ada sekitar 800 unit dalam status pesanan yang menunggu proses produksi dan pengiriman. Vinfast belum merinci penyebab kesenjangan antara pesanan dan unit yang terdistribusi.
Dengan sisa kuota program harga khusus yang masih tersedia, Vinfast optimistis angka SPK bisa terus bertambah menjelang GIIAS. Model MPV 7 menjadi salah satu andalan pabrikan asal Vietnam itu untuk memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik di Indonesia yang mulai kompetitif.