AGAM — Rimbo Mangin di Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, resmi menjadi lokasi ke-19 sebaran rafflesia di Kabupaten Agam. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra menyatakan bunga yang ditemukan adalah rafflesia gadutensis, spesies dengan diameter 40–60 sentimeter dan lima kelopak berbintik putih.
Ditemukan Warga Saat Cari Rotan
Simon, warga Mudiak Palupuh, menemukan rafflesia tersebut saat mencari rotan di hutan. Ia kemudian melaporkan temuannya pada Sabtu (25/7/2026) kepada pihak berwenang. “Ini merupakan sebaran rafflesia ke-19, karena sebelumnya hanya ada di 18 titik,” kata Ade Putra di Lubuk Basung, Minggu.
Potensi Wisata Baru di Kecamatan Palupuh
Keberadaan bunga langka dan dilindungi itu disebut Ade Putra bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ia mengingatkan perlunya pengelolaan yang baik agar bunga tersebut tidak rusak dan tetap menjadi aset ekowisata. Rafflesia gadutensis pertama kali ditemukan oleh W. Meijer pada 1984 di kawasan Ulu Gadut, Kota Padang, dan memiliki corak khas yang berbeda dari spesies rafflesia lain.
18 Titik Sebaran Sebelumnya Tersebar di Delapan Kecamatan
Sebelum temuan ini, 18 titik sebaran rafflesia sudah tercatat di Agam, tersebar di Kecamatan Palupuh (termasuk Cagar Alam Batang Palupuh), Palembayan, Tanjung Raya (sekitar Danau Maninjau), Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Malalak, dan Matur. Jenis yang pernah ditemukan antara lain arnoldi, tuan-mudae, gadutensis, dan lainnya. Bunga ini dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 jo. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Bagaimana Bentuk Rafflesia Gadutensis?
Spesies ini tumbuh pada inang liana menjalar tetrastigma lanceolarium dari keluarga vitaceae. Ukurannya relatif kecil dibanding rafflesia lain, dengan diameter 40–60 sentimeter dan kelopak berbintik putih. Ade Putra menambahkan bahwa bunga ini sangat berbeda dengan rafflesia jenis lain karena memiliki bentuk corak khas.