SUMATERA BARAT — BYD resmi mengungkap wujud DaHan, sedan besar yang akan menjadi model flagship di lini Dynasty Series. Perusahaan menampilkan gambar eksterior mobil ini saat seremoni penyerahan DaTang ke-10.000 pada 23 Juli 2026 di Altay, China. Dalam kesempatan itu, BYD juga meresmikan stasiun pengisian cepat pertama di wilayah tersebut dan menyampaikan pesan "Sampai jumpa di Chengdu" sebagai konfirmasi debut pada Chengdu Auto Show 2026.
Dua Varian Penggerak, Jarak Tempuh BEV Capai 1.008 km
DaHan akan ditawarkan dalam dua pilihan: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Untuk versi BEV, baterai berkapasitas 102,326 kWh memberikan jarak tempuh CLTC mulai dari 820 km, 850 km, 880 km, 970 km, hingga maksimal 1.008 km. Sementara itu, varian PHEV menggunakan baterai 54,489 kWh yang mampu menempuh jarak listrik murni hingga 450 km berdasarkan standar CLTC.
Dimensi Bongsor, Dilengkapi LiDAR dan Suspensi Udara
Dengan panjang 5.256 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.510 mm, dan jarak sumbu roda 3.130 mm, DaHan masuk kategori big sedan. Bagian depan mendapat penyegaran dengan DRL membentang penuh dan logo "Han" yang menyala. Sensor LiDAR di atap mengindikasikan teknologi ADAS canggih. Bagian belakang mengusung lampu horizontal dengan motif "Chinese Knot" dan bodi two-tone.
Kaki-kaki diperkirakan mengusung suspensi double wishbone di depan dan multi-link di belakang, ditambah suspensi udara dual-chamber DiSus-A. Sistem penggerak roda belakang juga disebut akan meningkatkan stabilitas dan kenyamanan berkendara.
Perkiraan Harga Rp555–608 Juta, Target Global BYD
Berdasarkan posisi produk di antara Seal 08 dan DaTang, harga DaHan diperkirakan berkisar 210.000–230.000 yuan, setara dengan Rp555–608 juta. Kehadirannya memperkuat penetrasi BYD di segmen sedan premium energi baru.
Di sisi lain, BYD terus menggenjot ekspansi global. Wakil Presiden Eksekutif BYD Company Limited, Stella Li, menyatakan perusahaan akan memperkuat ekspansi di Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Australia. BYD juga menargetkan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan tanpa bergantung pada pasar AS. Pendiri BYD Wang Chuanfu optimistis target tersebut dapat tercapai.
Sepanjang semester I 2026, BYD membukukan penjualan global 1.777.321 unit, turun 16,1% dibanding periode sama tahun lalu. Namun penjualan di luar China meningkat dan diperkirakan menopang kinerja paruh kedua tahun ini.