Pencarian

240 Perusahaan Pelat Merah Dilebur, Danantara: Kelola Aset BUMN Jadi Satu Kekuatan Besar

Sabtu, 04 Juli 2026 • 15:42:31 WIB
240 Perusahaan Pelat Merah Dilebur, Danantara: Kelola Aset BUMN Jadi Satu Kekuatan Besar
perusahaan pelat merah dilebur untuk menciptakan pengelolaan aset BUMN yang terintegrasi.

SUMATERA BARAT — Proses penggabungan ini tidak hanya menyasar perusahaan-perusahaan kecil, tetapi juga melibatkan entitas di bawah holding raksasa seperti Pertamina, PLN, dan Telkom. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana.

Mengapa 240 Entitas Harus Dilebur?

Selama ini, banyak anak usaha BUMN beroperasi secara terpisah-pisah. Akibatnya, terjadi inefisiensi, tumpang tindih bisnis, dan nilai aset yang tidak termaksimalkan. Dengan peleburan ini, pemerintah ingin mengubah model pengelolaan dari yang parsial menjadi satu kesatuan yang solid.

“Kami ingin setiap aset BUMN dikelola sebagai satu kekuatan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kalau pengelolaannya makin terintegrasi, manfaatnya juga akan jauh lebih besar, baik untuk negara, dunia usaha, maupun masyarakat,” ujar Dony dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Dampak Langsung bagi Masyarakat dan Perekonomian

Integrasi ini diyakini mampu memangkas biaya operasional yang selama ini membebani. Efisiensi itu pada akhirnya bisa menekan harga jual produk atau jasa BUMN, seperti tarif listrik, harga BBM, atau biaya telekomunikasi. Selain itu, penggabungan aset juga memudahkan BUMN untuk mengakses pendanaan proyek strategis nasional.

Bagi investor, struktur yang lebih ramping dan fokus membuat perusahaan pelat merah lebih transparan dan mudah diaudit. Ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja BUMN di masa depan.

Rencana ke Depan: Fokus pada Penguatan Holding

Ke depan, Danantara Indonesia akan terus mendorong penggabungan entitas-entitas lain yang dinilai tidak efisien. Targetnya, seluruh BUMN dan anak usahanya bisa beroperasi di bawah enam hingga tujuh holding utama. Dengan begitu, fungsi pengawasan dan pengembangan bisnis bisa lebih terpusat.

Transformasi ini menjadi kunci agar BUMN tidak hanya menjadi beban negara, tetapi justru menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang andal. Terlebih di tengah tekanan global, efisiensi menjadi harga mati yang harus ditebus.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks