Dalam sambutannya, Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, merinci target fisik yang akan dikerjakan. Selain pembukaan dan pengerasan jalan selebar 7 meter, Satgas TMMD juga akan membangun lima titik gorong-gorong dan 100 meter pondasi.
Program ini mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni serta pembangunan sumur air manunggal di Nagari Buluh Kasok dan Nagari Aia Putiah. "Kegiatan ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di 45 kabupaten/kota di Indonesia," ujar Dandim kepada wartawan, Rabu (15/7).
Bukan Sekadar Beton: Ada Penyuluhan dan Penanaman Padi
TMMD ke-129 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Dandim menegaskan bahwa rangkaian kegiatan juga mencakup sasaran non-fisik dan tambahan. Satgas akan menggelar penyuluhan untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat.
Sebagai sasaran tambahan, personel TNI bersama warga akan menanam padi di lahan seluas satu hektare dan menanam 500 batang pohon secara gotong royong. Dua kegiatan ini berlokasi di Nagari Buluh Kasok dan Nagari Aia Putiah.
Kemanunggalan TNI-Rakyat untuk Percepatan Pembangunan
Letkol Inf Adi Nofriadi menekankan bahwa TMMD bukanlah sekadar proyek pembangunan infrastruktur. "Ini merupakan wujud nyata kemanunggalan ABRI dan rakyat dalam percepatan pemerataan pembangunan di daerah yang kurang akses pembangunan," tegasnya.
Menurutnya, semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kunci utama agar program ini berdampak langsung dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Kapan TMMD ke-129 Berakhir?
Seluruh rangkaian pekerjaan fisik dan non-fisik di Kecamatan Harau ini dijadwalkan rampung dalam waktu satu bulan, terhitung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dandim didampingi Pasi Intel Letda Czi Johan Hareva dan Pasiter Kapten Inf Rekky Wahyudi.