Pencarian

Pemkab Solok Salurkan 36 Ton Beras CPP ke 1.213 KK, Disertai 8.000 Bibit Lele dan Kacang Hijau untuk 46 Balita

Jumat, 18 September 2026 • 09:24:01 WIB
Pemkab Solok Salurkan 36 Ton Beras CPP ke 1.213 KK, Disertai 8.000 Bibit Lele dan Kacang Hijau untuk 46 Balita

Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyalurkan 36 ton beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada 1.213 kepala keluarga penerima manfaat periode Juli 2026. Penyaluran dipusatkan di Nagari Koto Sani, Kamis (17/9), dan dirangkai dengan pemberian 8.000 ekor bibit lele untuk kelompok perikanan Jorong Padang Balimbiang. Bantuan itu melengkapi perhatian pemda terhadap gizi balita, dengan 46 anak di nagari tersebut menerima masing-masing satu kilogram kacang hijau.

SOLOK — Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri menyatakan bantuan pangan periode Juli 2026 tersebut menyasar keluarga penerima manfaat yang membutuhkan pasokan pangan pada September 2026. Menurutnya, penyaluran tidak berhenti pada beras, tetapi juga menyentuh penguatan sumber pangan lokal lewat budi daya perikanan.

Setelah penyerahan beras, pemda menyerahkan 8.000 ekor bibit lele kepada kelompok perikanan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani.

Bibit Lele untuk Perkuat Cadangan Pangan Daerah

Bantuan bibit lele diarahkan agar dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok penerima. Tujuannya menopang ketersediaan pangan sekaligus memperkuat cadangan pangan Kabupaten Solok.

"Bibit lele yang kita salurkan sekitar 8.000 ekor. Kita berharap ini dapat memperkuat cadangan pangan Kabupaten Solok dan juga mendukung ketahanan pangan Sumatera Barat," ujar Syoufitri.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, turut menebarkan bibit lele ke kolam pembesaran. Kegiatan itu menjadi bagian dari pengembangan sumber pangan berbasis masyarakat di wilayah tersebut.

46 Balita di Koto Sani Terima Satu Kilogram Kacang Hijau

Pemda juga menyalurkan bantuan gizi bagi kelompok rentan, khususnya anak balita. Sebanyak 46 balita di Nagari Koto Sani menerima masing-masing satu kilogram kacang hijau atau kacang padi.

"Dengan adanya TP PKK sebagai Bunda Ketahanan Pangan, untuk balita di Nagari Koto Sani terdapat 46 balita yang mendapatkan satu kilogram kacang hijau atau kacang padi. Ini untuk mendukung peningkatan gizi anak kita," kata Nia.

Nia menyebut pemenuhan gizi anak bukan semata tanggung jawab pemerintah. Orang tua diminta menyediakan makanan sehat dan bergizi di lingkungan keluarga.

Dia mengimbau agar orang tua mengutamakan makanan yang diolah secara alami untuk balita. Penggunaan bahan penyedap serta konsumsi makanan dan minuman yang kurang baik bagi kesehatan anak sebaiknya dikurangi.

"Untuk memasak makanan bagi balita, sebaiknya dilakukan secara alami saja. Jangan terlalu banyak menggunakan bahan penyedap atau makanan dan minuman yang tidak baik bagi kesehatan anak," ujarnya.

Wali Nagari Harap Bantuan Berlanjut

Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto mengapresiasi bantuan pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan itu memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sumber pangan lokal.

Erinal berharap bantuan beras, bibit lele, dan dukungan pemenuhan gizi balita dapat berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat semakin mandiri memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks